SOLOBALAPAN.COM - Dalam agama Samawi (Islam, Kristen, Yahudi), ada kepercayaan bahwa Tuhan tidak hanya menciptakan makhluk kasat mata seperti manusia, hewan, dan tumbuhan saja.
Namun, ada juga makhluk lain seperti malaikat hingga makhluk gaib.
Makhluk gaib inilah yang sering diceritakan merasuki diri manusia saat tidak sadarkan diri.
Salah seorang ahli ruqyah asal Kota Bengawan, Ahmad Jackson Purba Al Atlas menuturkan, bila fenomena kesurupan ini merupakan fenomena wajar dari kacamata agama.
Bahkan tak jarang, fenomena ini tidak hanya terjadi pada satu orang saja, namun bisa terjadi secara massal.
Secara perspektif scientist memang tidak bisa dibuktikan, tapi menurutnya, dalam pendekatan agama akan lebih mudah untuk dijelaskan.
"Karena dalam Agama Samawi, mengimani adanya dunia gaib," kata Ahmad seperti dikutip dari Radar Solo
"Kalau dari kacamata muslim, beberapa surat di Al Baqarah ada."
"Sehingga apabila ada makhluk gaib yang menunggu bisa diselesaikan lewat jalan agama."
"Hanya saja dalam prakteknya banyak masyarakat kita yang malah mendatangi dukun atau orang pintar," jelasnya saat ditemui di rumahnya di kawasan Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Solo.
Namun, menurut pria yang akrab dipanggil Gus Ahmad ini, tindakan yang dilakukan tersebut tidak masalah.
Sebab dalam prakteknya, tangan Tuhan tetap bekerja. Sebab, Ahmad mempercayai tidak ada daya dan upaya, kecuali dari Allah.
"Karena menurut saya, bila bersinggungan dengan dunia spiritual, diatasnya ada keyakinan," tuturnya.
Lalu kenapa bisa muncul fenomena kesurupan? Ahmad mengatakan bahwa penyebab dari hal tersebut karena keserakahan manusia.
Tempat-tempat yang mungkin selama ini menjadi tempat makhluk gaib ini tinggal mulai dijamah manusia.
"Sebab mau tidak mau, kita ini hidup berdampingan dengan mereka," ujarnya.
"Sebagai sesama makhluk Allah, tentu ketika mereka terusik, merasa terusik, entah itu disengaja atau tidak kita sengaja, maka terkadang mereka akan marah."
"Sehingga kerasukan itu adalah wujud kemarahan mereka terhadap manusia yang mengusik kehidupan makhluk ini," jelasnya.
Meski begitu, dari pengalamannya berurusan dengan dunia spiritual, para mahluk dari alam gaib ini tidak melulu mendekati manusia untuk niatan menyerang, membalas dendam, atau marah.
Pasalnya, ada pula makhluk yang mendekati karena suka dengan sosok manusia.
Lanjut Ahmad, para makhluk gaib ini berhak menyukai sesama makhluk Tuhan, sehingga mendekat.
"Saat mendekat itu, ada yang merasa kerasukan atau ketempelan," tutur Ahmad.
"Kalau bagi saya, ketika tidak ada niatan buruk, tinggal diselaraskan."
"Sebab kalau bila dilakukan ruqyah pun akan percuma, dalam waktu 3 sampai 40 hari, makhluk ini akan mendekat lagi."
"Intinya agar bisa hidup berdampingan," jelasnya.
Selama ini, Ahmad mengatakan saat melakukan praktek ruqyah, tidak pernah melihat latar belakang maupun agama pasiennya.
Sebab siapapun yang meminta bantuannya untuk urusan makhluk gaib akan dibantu.
"Untuk peralatan, tidak ada alat khusus, cuma plastik. Ini untuk jaga-jaga kalau muntah," katanya.
Dia bercerita pernah mendapat pasien yang memeluk aliran kepercayaan.
Saat melakukan ritual dia menggunakan buhur, namun malah sering disalahpersepsikan dikira menggunakan menyan.
“Jadi ini sebagai aromaterapi saja sebelum saya masuk ke doa," urai Ahmad.
Untuk rapalan yang biasanya digunakan Ahmad pada saat proses ruqyah dilakukan, antara lain, surah Al Fatihah, Al Ikhlas, dan Al Falaq di awal.
Pada pertengahan, dia membaca Al Baqarah, ayat kursi, kemudian ditambahi dengan dua atau tiga ayat setelah ayat kursi.
"Untuk membuka itu, biasanya saya buka dengan maulid," tuturnya.
Lebih lanjut, Ahmad mengatakan ada pula saat melakukan proses pengusiran makhluk halus ini dilakukan secara lisan.
Ada kalanya, cara mengatasi kesurupan tersebut cukup dengan membaca ayat-ayat tersebut dalam hati.
Lalu dibawa kemana para makhluk itu ketika berhasil dikeluarkan dari tubuh pasiennya? Ahmad mengatakan dikembalikan kepada Sang Pencipta.
"Biasanya saya tanya dulu kepada mereka (makhluk gaib), mereka maunya apa sebenarnya?" terang Ahmad.
"Kalau dia ingin didalam tubuh manusia itu, tentu saya tentang, karena menyalahi kodrat," jelasnya.
"Kalau mau keluar, berdampingan asal mengganggu dan merasa terganggu," jelas Ahmad.
"Kalau mereka menolak dan ngeyel, ya sudah dari Tuhan kembali lagi ke Tuhan."
"Biasanya mereka takut, terus akhirnya pergi sendiri," paparnya.
Lalu bagaimana agar tidak diganggu dengan makhluk-makhluk gaib tersebut?
Ahmad mengatakan jalan satu-satunya adalah mendekatkan diri dengan Tuhan.
Caranya jelas dengan cara beribadah sesuai keyakinan masing-masing.
"Selesai dari sini, pasti selalu saya omongin, kalau Islam ya salat, kalau kebetulan Kristen ya ke gereja," ungkap Ahmad.
"Harus ibadah, minta pertolongan sama Tuhan. Itu saja sebenarnya kuncinya," pungkasnya. (atn/nik/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro