SOLOBALAPAN.COM - Kethuk dan kempyang adalah dua instrumen gamelan yang tak terpisahkan.
Meskipun terlihat dimainkan bersama dan berjejer, kethuk dan kempyang adalah dua buah instrumen yang berbeda.
Dikutip dari buku yang berjudul "Kempyang-Kethuk-Kenong-Kempul-Gong" oleh Taman Budaya Yogyakarta, kethuk termasuk alat musik perkusi karena cara memainkannya dipukul.
Bentuk pencon kethuk seperti bentuk pencon nada 2 (ro) gede pada bonang. Biasanya bentuk penconnya lebih pipih dan lebar.
Pencon kethuk bisa terbuat dari perunggu, kuningan, atau besi.
Dalam satu perangkat gamelan gaya Solo terdapat dua kethuk yakni berlaras slendro dan pelog.
Kethuk laras slendro biasanya bernada 2 (ro) sedangkan kethuk laras pelog biasanya bernada 6 (nem).
Kempyang dalam karawitan sama halnya dengan kethuk yang termasuk dalam alat musik perkusi.
Perbedaan yang dapat dilihat dari kethuk dan kempyang adalah bentuk fisiknya.
Kempyang memiliki bentuk yang lebih kecil dari kethuk namun lebih menonjol. Pencon kempyang biasanya berbentuk seperti pencon bonang nada 2 (ro) cilik.
Sama dengan kethuk, kempyang dalam seperangkat gamelan gaya Solo memiliki dua jenis yakni kempyang laras slendro dan pelog.
Tetapi nada yang dihasilkan dari kempyang berbeda dengan nada yang dihasilkan oleh kethuk.
Kempyang laras slendro bernada ji (1) sedangkan kempyang laras pelog bernada nem (6)
Berdasarkan fungsinya, kethuk dan kempyang memiliki fungsi yang sama yakni sebagai pamangku irama.
Namun ada sedikit perbedaan, jika kethuk berperan memperjelas seleh berat maka kempyang berperan memperjelas seleh ringan.
Namun keduanya sama-sama memiliki tugas yakni menopang jalannya irama gending yang disajikan.
Meski dianggap sama namun pada dasarnya kethuk dan kempyang memanglah dua instrumen gamelan yang berbeda.
Sederhananya dapat dilihat dari fisik dan nada nya. Semoga dapat menambah wawasanmu!. (mg2/nda)
Editor : Nindia Aprilia