Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Mistis! Sepanjang Jalan Tol di Sragen Terkenal Wingit dan Kerap Terjadi Kecelakaan, Jadi Momen Antisipasi Bagi Pemudik Agar Waspada

Ahmad Khairudin • Sabtu, 6 April 2024 | 01:43 WIB

 

Waspada Bagi Pemudik, Jalan Tol di Sragen Terkenal Wingit.
Waspada Bagi Pemudik, Jalan Tol di Sragen Terkenal Wingit.

SOLOBALAPAN.COM – Momen mudik menjadi salah satu yang dinantikan oleh sebagian orang yang tinggal jauh dari keluarga.

Apalagi pada kesempatan ini akan berkumpul dengan sanak saudara dan juga bertemu untuk saling memaafkan satu sama lain.

Namun tetap harus waspada bagi para pemudik. Apalagi yang melintasi Jalan Tol Solo – Ngawi, wilayah Sragen.

Karena banyak cerita-cerita penuh mistis sering terjadi di jalan tol. Tidak sedikit yang berspekulasi adanya kecelakaan di jalan tol juga berkaitan dengan hal-hal mistis di jalur tersebut.

Banyak jalan tol yang terkenal dengan mistisnya. Salah satu jalan tol yang membentang dari Kecamatan Masaran hingga Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen.

Tak terhitung kejadian kecelakaan yang terjadi sejak resmi dibuka pada akhir 2018 lalu. Kecelakaan yang terjadi karena berbagai faktor.

Ketika kepolisian mengidentifikasi dengan hal logis, pada umumnya disebabkan karena sopir lelah, kehilangan konsentrasi maupun kondisi kendaraan yang tidak dalam kondisi baik, seperti ban meletus dan sebagainya.

Namun dari sudut pandang banyak warga, terjadi kecelakaan di tol sepanjang Sragen tidak sekedar faktor non teknis.

Menurut Joko, Salah satu warga Ngrampal, ada sebagian ruas jalan tol di Sragen dibangun berdampingan dengan sebuah kuburan desa.

”Ada yang sebagian mengenai makam. Ada yang masuk jalur tol, ada yang tidak. Kalau lokasi saya tidak hafal, karena sudah cukup lama,” terangnya.

Dia meyakini ada hubungannya dengan banyaknya kecelakaan yang terjadi di jalan tol Sragen.

Faktanya cukup sering terjadi kecelakaan di ruas jalan tol. Kebanyakan antara pintu tol Pungkruk dan Pintu Tol Sragen Timur.

Terlebih posisi jalan tol sedikit menikung dan agak menanjak. Dia tidak memungkiri jalan tol itu kerap terjadi laka, baik dari arah Ngawi atau dari arah Solo.

Dia menilai kebanyakan kendaraan roda empat atau lebih melaju di jalan tol dengan kecepatan tinggi.

Faktor human eror, kata dia, bisa jadi pemicu terjadinya kecelakaan di ruas tol Sragen tersebut.

“Mungkin ban tidak terisi angin dengan penuh sehingga mudah meletus atau selip di lokasi. Posisinya agak menikung, jadi dibutuhkan kehati-hatian saat melintasinya,” ujarnya.

Sementara salah satu Ketua RT di Desa Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo A. Nugroho menuturkan gerbang pintu tol Pungkruk tersebut cukup angker.

Dia mendengar, pada masa revolusi kemerdekaan, kawasan tersebut menjadi eksekusi bagi anggota PKI.

”Di sekitar pintu tol Pungkruk itu, dulu konon digunakan untuk eksekusi anggota PKI, Jadi kadang kalau melintas, tiba-tiba ada yang mendengar supir dipanggil namanya. Itu agar tak diindahkan,” ujar dia.

Sementara, pemerhati budaya Sragen Agus Endarto menyampaikan di beberapa lokasi yang dilintasi tol, menyampaikan sebenarnya tidak sekedar wingit akibat kuburan dan semacamnya.

Namun lebih dari itu, pada era kerajaan Hindu-Budha hingga Mataram Islam, beberapa ruas seperti di desa Bandung, Kebonromo, Toyogo, hingga Gringging, diindikasikan merupakan sebuah situs jejak masa lampau.

Bisa jadi seperti pemukiman dan sebagainya. Sehingga ada energi yang berbeda di jalur tersebut.

”Bisa jadi jaman dulu memang digunakan pemukiman, lantas sekarang secara fisik menjadi jalan tol. Sehingga ada yang lain yang masih mengisi wilayah itu,” bebernya.

Terkait situasi jalan Tol di Sragen, Kasat Lantas Polres Sragen AKP Mustakim menyampaikan kejadian terakhir laka lantas dengan korban WNA asal Jepang, di Jalur Desa Singopadu, awal bulan puasa lalu, kebetulan tidak jauh dari Kuburan.

Namun pihaknya tidak mau menghubungkan kejadian tersebut dengan masalah tempat wingit.

”Kejadian terakhir itu, sebelahnya kuburan. Tapi kan kita tidak menyangkut pautkan dengan hal semacam itu. Tapi kalau melihat faktor alam, sarana prasarana jalan juga mempengaruhi kecelakaan. Sragen sendiri penerangan jalan juga berpengaruh di jalan non tol,” ujarnya.

Pihaknya menjelaskan kejadian tersebut, mobil oleng dan menabrak pembatas jalan tol hingga kendaraan sampai jebol.

Dia menghimbau bagi siapapun pengguna jalan, untuk berdoa sebelum berkendara dan setelah berkendara.

Selain itu juga mengecek kondisi kesehatan pengemudi, agar tidak kelelahan. Lantas juga memeriksa kesiapan kendaraan seperti rem kopling, lampu dan sebagainya sebelum bepergian. (din/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#sragen #jalan tol #mistis #kecelakaan