SOLOBALAPAN.COM - Pasar Ir. Soekarno yang juga dikenal sebagai Pasar Sukoharjo adalah pasar tradisional yang sekarang sudah berkembang menjadi pasar modern dan dijadikan sebagai pasar utama di Kabupaten Sukoharjo.
Dilansir dari youtube Arsyadani Fuad, pasar yang juga dikenal sebagai Pasar Sukoharjo ini, sudah ada sejak jaman sebelum kemerdekaan Indonesia.
Para sesepuh sekitar menyebutkan bahwa pasar yang terletak di Gawanan, Sukoharjo ini pernah diresmikan oleh Ir Soekarno,
Lantas, beberapa masyarakat pun menyebutnya Pasar Bung Karno.
Pasar Sukoharjo ini sudah dari dulu direncanakan akan dibongkar dan direvitalisasi oleh pemerintah tetapi baru terealisasikan pada bulan Maret 2012.
Setelah dibongkar dan direvitalisasi, Bupati Sukoharjo mengganti nama Pasar Sukoharjo menjadi Pasar Ir Soekarno dan diresmikan pada bulan Juni 2017.
Pasar tersebut diresmikan bersamaan dengan tanggal lahir Soekarno, 6 Juni.
Saat proses pembongkaran dan revitalisasi, terjadi banyak kejadian misteri.
Salah satunya terjadi hujan lebat disertai angin kencang pada saat pembongkaran.
Pohon yang rencananya akan ditebang tetapi justru tumbang sendiri.
Selain itu, terdapat pohon beringin yang saat tidak ada angin tidak ada hujan pohon itu tumbang sendiri.
Cerita mistis pernah dialami lurah yang bertugas pada saat itu, Lurah sendiri adalah petugas yang memiliki tanggung jawab untuk meminta dana retribusi dari pedagang.
Di dekat toilet umum yang berada di samping mushola, ada lahan kosong yang sudah dibangun keramik.
Lahan tersebut biasanya digunakan untuk istirahat pedagang pasar.
Sang lurah disebut-sebut berencana menjual lahan itu kepada pedagang yang ingin berjualan di situ.
Sebelumnya, lurah sudah diberi saran agar tidak menjual lahan kosong itu, tetapi tidak ada yang bisa melarangnya.
Tak selang berapa lama lurah jatuh sakit setelah menjual lahan, ia didatangi sosok kakek bersorban dalam mimpinya.
Kakek tersebut mengatakan bahwa lahan itu bukanlah haknya, dan dia pun disebut akan merasakan akibat keserakahannya.
Tidak cuma lurah, kejadian misteri juga dialami kontraktor yang berniat membongkar toliet, sumur dan mushola.
Diceritakan, kontraktor tersebut mengaku ketakutan sampai loncat dan lari terbirit-birit ke rumah karena penampakan sosok gaib.
Alat berat yang biasa digunakan untuk membongkar tidak mempan mebongkar tiga bangunan itu.
Maka dari itu, toilet, sumur dan mushola masih kokoh berdiri di tengah pasar sampai saat ini.
Berbagai kejadian mistis yang terjadi saat proses pembongkaran didukung kuat dengan pengakuan salah satu anak indigo di daerah Sukoharjo.
Dia mengatakan, Pasar Sukoharjo ditunggu oleh sosok kakek tinggi besar berpakaian putih dan mengenakan sorban.
Selain itu, disebut-sebut ada sosok ular gaib yang sangat besar di tempat itu.
Anak itu mengungkapkan kalau mau merobohkan Pasar, harus kulanuwun atau mengucap salam dengan yang menempati area pasar.
Sebab, kala itu kontraktor tidak menganggap keberadaan penghuni gaib di tempat tersebut.
Sekarang Pasar Soekarno digunakan untuk berbelanja berbagai kebutuhan, seperti sayur, buah-buahan, baju dan peralatan rumah tangga.
Selain itu, pasar ini juga digunakan untuk kulakan atau membeli dalam jumlah besar lalu dijual lagi oleh pedagang ke berbagai wilayah desa. (mg3/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro