Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Sebar Apem 'Yaa Qowiyyu', Tradisi Unik di Solo Raya yang Mengakar di Kalangan Masyarakat

Nindia Aprilia • Sabtu, 30 Maret 2024 | 01:42 WIB
Gunungan Tradisi Sebar Apem di Klaten.
Gunungan Tradisi Sebar Apem di Klaten.

SOLOBALAPAN.COM - Tradisi sebar apem 'Yaa Qowiyyu' merupakan tradisi yang telah mengakar dalam budaya masyarakat Jatinom, Klaten, Jawa Tengah.

Dikutip dari laman humas.jatengprov.go.id, tiap bulan Safar dalam kalender Islam, masyarakat Kabupaten Klaten mengadakan tradisi Ya Qowiyyu yang telah diturunkan oleh Ki Ageng Gribig sejak berabad-abad yang lalu.

Ki Ageng Gribig atau Wasibagno Timur adalah seorang ulama ternama yang memperluas ajaran Islam di wilayah Krajan, Jatinom, Klaten, dan sekitarnya.

Menurut cerita sejarah, awal mula kue apem diperkenalkan oleh Ki Ageng Gribig sepulang dari Mekkah setelah menjalani ibadah haji sebagai pemberian untuk keluarga, keturunan, penduduk, dan pengikutnya.

Namun, karena jumlahnya kurang, Ki Ageng Gribig meminta istrinya untuk membuat lebih banyak agar dapat dibagikan kepada masyarakat dan pengikutnya pada saat itu.

Istilah "Yaa Qowiyyu" yang dipakai dalam tradisi sebar apem diambil dari doa “Yaa qowiyyu, Yaa Aziz qowina wal muslimin, Ya qowiyyu warsuqna wal muslimin” yang berarti meminta kekuatan bagi umat Muslim.

Tradisi sebar apem "Yaa Qowiyyu" biasanya dilaksanakan pada hari Jumat Kliwon di bulan Safar.

Masyarakat akan berkumpul setelah salat jumat di Masjid Ageng Jatinom untuk mengarak gunungan apem ke Sendang Plampeyan.

Dalam tradisi ini terdapat dua gunungan apem, yakni gunungan lanang dan gunungan wadon.

Gunungan tersusun secara bertingkat seperti sate dengan urutan 4-2-4-4-3 sebagai simbol jumlah salat lima waktu.

Isi gunungan juga mencakup kacang panjang, tomat, dan wortel yang menandakan kehidupan masyarakat yang bergantung pada pertanian. Kemudian pada puncak gunungan dihiasi dengan mustaka menyerupai mustaka masjid.

Setelah diarak-arak sampai ke sendang, gunungan akan didoakan terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada masyarakat.

"Yang dateng bukan cuma masyarakat Klaten saja, banyak yang dari luar Klaten seperti Solo, Jogja, dan lain-lainnya" ujar Afra, warga Klaten.

Masyarakat menyakini akan mendapatkan berkah jika berhasil mendapatkan kue yang dikenal dengan apem "Yaa Qowiyyu".

Itulah fakta menarik tentang tradisi Sebar Apem 'Yaa Qowiyyu'. Semoga bisa menambah wawasanmu, readers!. (mg2/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#Yaa Qowiyyu #tradisi #klaten #masyarakat #ulama