Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Mengungkap Makna Dibalik Tari Bedhaya Ela-Ela yang Berhasil Dibawakan Oleh Mahasiswa Prodi Tari ISI Surakarta, Ramai Antusias Penonton!

Nindia Aprilia • Kamis, 28 Maret 2024 | 02:14 WIB
Ujian Pagelaran Tari Putri Gaya Surakarta Tari Bedhaya Ela-ela.
Ujian Pagelaran Tari Putri Gaya Surakarta Tari Bedhaya Ela-ela.

SOLOBALAPAN.COM - Pagelaran Tari Putri Gaya Surakarta yang digelar oleh Jurusan Seni Tari, berhasil diselenggarakan selama dua hari di Pendopo Ageng ISI Surakarta.

Pagelaran kali ini membawakan Tari Putri Bedaya Ela-Ela yang berlangsung pada tanggal 25-26 Maret 2024 oleh enam kelompok dan diisi oleh tiga kelompok setiap harinya.

Tari Bedaya Ela-Ela diciptakan pada masa Mangkubuwono V yang direkontruksi kembali oleh Agus Tasman.

Kemudian saat ini, tarian tersebut kerap dipertunjukkan diberbagai pagelaran di Kota Bengawan.

Salah satunya di ISI Surakarta, dengan alasan bahwa tari ini memang cocok untuk dibawakan para pemula.

Menurut Suryani (21) salah satu mahasiswa Tari yang juga turut mengikuti pagelaran Tari Putri Bedaya Ela-ela, Tari Bedhaya Ela-ela memiliki makna dari kata bedhaya yang artinya para penari istana.

Selain itu bedhaya juga memiliki makna perjalanan hidup manusia mulai dari lahir hingga kembali ke tanah, sehingga harus selalu ingat dan kembali pada Tuhan.

Tarian ini menceritakan tentang perjalanan Bima dalam rangka mencari Tirta Amarta yang termuat dalam cerita Dewa Ruci.

Selain itu, Bedhaya Ela-ela juga merupakan wujud presentasi nilai kebudayaan Jawa mulai dari etika, religi dan estetika rasa.

Pementasan Tari Bedhaya Ela-ela berlangsung selama 13 menit, untuk menyajikan tari ini mahasiswa ISI Surakarta menjalani proses latihan mulai tanggal 7 Februari hingga 26 Maret.

“Pagelaran Tari Bedhaya Ela-ela ini dilaksanakan di Pendopo biasanya pagelaran di Teater Besar, kalau di Pendopo ruangnya terbuka, banyak suara-suara dari luar kalau aku lebih senang di Teater Besar soalnya kalau yang nonton banyak ga kelihatan penontonnya jadi ga bikin grogi” ungkap Suryani (21) pada Rabu, (27/3).

Biasanya pagelaran tari memang dilaksanakan di Teater Besar, tetapi kali ini dilaksanakan di Pendopo karena di Teater Besar sedang ada renovasi.

Selain itu juga disebutkan bahwa perbedaan medan yang digunakan menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi mahasiswa tari tersebut.

Suryani juga mengungkapkan keberhasilan mahasiswa ISI dalam melaksanakan pagelaran Tari Bedhaya Ela-ela ini.

“Alhamdulillah sangat plong, bangga, bahagia, kerja keras latihan habis subuh, latihan habis malam terbayar” tambahnya.

Kerja keras mahasiswa tari dalam melaksanakan Pagelaran Tari Putri Gaya Surakarta sudah terbayarkan dengan hasil yang memuaskan, terbukti dengan tingginya apresiasi penonton yang memadati lokasi pertunjukan selama dua hari berturut-turut. (mg3/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#pendopo #tari #isi surakarta #putri #bedhaya