SOLOBALAPAN.COM - Sungai Bogor yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Klaten ternyata memiliki misteri yang sudah dipercayai masyarakat sekitar.
Sungai Bogor ini diketahui menyambung ke Sungai Dengkek, ke Sungai Bengawan Solo, ke Sungai Brantas dan berakhir di laut Jawa Timur.
Konon sungai ini tidak dibangun oleh manusia tetapi dibangun oleh aktivitas makhluk gaib berwujud ular bernama ulo topo.
Jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia, Ulo Topo mengandung pengertian ular yang bertapa.
Diceritakan, ketika Ulo Topo melewati wilayah itu, sang ular membuat cekungan yang dalam akhirnya membentuk sungai yang berkelok-kelok.
Cerita demikian pastinya berkembang di desa yang dilalui sungai tersebut dengan salah satunya adalah Desa Bogor, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten.
Di desa itu sendiri, ada Kreteg Bogor yang dilewati Sungai Bogor.
Dengan misteri yang beredar tentang sungai tersebut, banyak orang tua atau sesepuh di masyarakat sekitar Kreteg Bogor memberi nasihat kepada anak cucunya untuk memberi salam ketika melewati jembatan yang di bawahnya ada sungai.
Ucapan salamnya adalah "Assalamualaikum Sunan Kali Jaga".
Sesepuh desa beranggapan bahwa di setiap kreteg atau jembatan yang ada sungainya pasti dijaga oleh Sunan Kali Jaga.
Maka tidak hanya ketika melewati Kreteg Bogor, ketika melewati kreteg lain pun dianjurkan untuk mengucap salam sesuai kepercayaan di masyarakat.
"Sebenarnya mengucap salam ketika melewai kreteg itu adalah pesan dari orang tua kita dulu untuk selalu berhati-hati dan berdoa," ungkap Pak Mo, salah satu warga sekitar.
"Saya rasa itu membangun kebiasaan baik juga agar kita selalu hati-hati di manapun kita berada," jelasnya pada Senin (25/3).
Selain kepercayaan Sungai Bogor ini dibangun oleh ular yang sedang bertapa, ada cerita misteri lain terkait sungai tersebut.
Banyak yang mengatakan bahwa sungai ini ditunggu oleh Nyi Blorong, yang dipercaya oleh masyarakat sebagai keturunan pantai selatan.
Namun, seperti yang dinyatakan Pak Mo, misteri yang beredar ini mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati dimana pun berada terlepas dari kepercayaan yang diimani.(mg3/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro