SOLOBALAPAN.COM - Ada banyak jenis tembang macapat, salah satu nya adalah tembang macapat sinom. Tahukah kalian makna yang ada pada tembang macapat sinom? Mari kita belajar sedikit tentang maknanya!.
Dikutip dari buku yang berjudul "Macapat Tembang Jawa Indah dan Kaya" karya Zahra Haidar, tembang macapat sinom melukiskan masa muda, masa yang indah, serta masa penuh dengan harapan dan angan-angan.
Kata sinom sendiri memiliki arti daun yang muda. Arti itu dapat menunjukkan bahwa tembang macapat sinom menggambarkan kehidupan anak muda yang sedang tumbuh beranjak dewasa.
Di fase ini anak muda biasanya sedang mencari jati dirinya sehingga akan timbul sikap bijaksana dan semangat belajar hal-hal baru.
Sifat atau watak yang dimiliki tembang sinom adalah gagah, perkasa, bijaksana, persahabatan, dan keramahtamahan.
Tembang Sinom memiliki struktur persajakan khusus seperti tembang macapat yang lainnya. Guru gatra pada tembang sinom ada 9 gatra/baris di setiap baitnya.
Jumlah suku kata atau guru wilangan pada tembang macapat sinom yakni 8,8,8,8,7,8,7,8, dan 12. Kemudian guru lagu yang dimiliki tembang macapat yaitu a,i,a,i,i,u,a,i,a.
Berikut adalah beberapa contoh tembang sinom pada Serat Wedhatama karya Gusti Pangeran Adipati Arya Sri Mangkunegoro IV.
Nuladha laku utama,
tumraping wong tanah Jawi,
wong agung ing Ngeksiganda,
panembahan Senapati,
kepati amarsudi,
sudane hawa lan nepsu,
pinesu tapa brata,
tanapi ing siyang ratri,
amemangun karyenak tyas ing sasama.
Artinya
Contohlah perilaku utama,
bagi kalangan orang Jawa (Nusantara),
penguasa dari Ngeksiganda (Mataram),
panembahan Senopati,
yang selalu tekun,
mengurangi hawa nafsu,
dengan jalan prihatin (bertapa),
baik siang maupun malam,
selalu berkarya membuat tenteram bagi sesama.
Saben mendra saking wisma,
Lelana lalading sepi,
Ngingsep sepuhing supana,
Mrih pana pranaweng kapti,
Tis tising tyas marsudi,
Mardawaning budya tulus,
Mesu reh kasudarman,
Neng tepining jalanidhi,
Sruning brata kataman wahyu dyatmika.
Artinya
Setiap mengembara meninggalkan rumah (istana),
berkelana ke tempat yang sunyi (dari hawa nafsu),
menghirup tingginya ilmu,
agar jelas apa yang menjadi tujuan (hidup) sejati.
Hati bertekad selalu berusaha dengan tekun,
memperdayakan akal budi
menghayati cinta kasih,
ditepinya samudra.
Kuatnya bertapa diterimalah wahyu dyatmika (hidup yang sejati).
Itulah makna dan beberapa contoh tembang macapat sinom. Semoga menambah wawasanmu!.(mg2/nda)
Editor : Nindia Aprilia