SOLOBALAPAN.COM - Di Gunung Taruwongso yang terletak di Dukuh Tengklik, Desa Watubonang, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo terdapat makam seorang keturunan Kerajaan Majapahit.
Keturunan Kerajaan Majapahit yang dimaksud bernama Ki Ageng Banjaransari.
Konon, Ki Ageng Banjaransari adalah Keturunan raja terakhir Kerajaan Majapahit, Raja Brawiyaya 5.
Pelariannya ke Gunung Taruwongso disebabkan karena keruntuhan Kerajaan Majapahit, dan masuknya Kerajaan Islam.
Bagi warga sekitar Gunung Taruwongso, tidak asing lagi dengan Makam Ki Ageng Banjaransari.
Bahkan, warga sekitar sudah memiliki sebutan lain untuk Ki Ageng Banjaransari yakni Mbah Eyang.
Kesakralan makam Mbah Eyang membuat banyak orang berdatangan.
Mereka datang dengan berbagai hajat seperti sedang tertimpa masalah atau sekedar untuk ziarah kubur ke makam Mbah Eyang.
Kebanyakan yang datang ke makam Mbah Eyang di Gunung Taruwongso melakukan tirakat berdiam diri di Makam Mbah Eyang ataupun di sekitar Gunung Taruwongso.
Seorang warga Ngasinan, Kwarasan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo menjadi saksi dari misteri makam Mbah Eyang saat melakukan tirakat
Pada saat itu, warga yang tidak mau disebutkan namanya itu mengaku bertemu dengan sosok macan putih.
"Malam hari ketika saya tirakat malam saya ditemui macan putih, saya merasa takut tetapi mencoba tenang," ungkap salah satu warga di Dukuh Ngasinan.
Warga sekitar Gunung Taruwongso sendiri percaya bahwa macan putih itu adalah jelmaan dari Ki Ageng Banjaransari atau lebih sering menyebut Mbah Eyang.
Jika seorang sedang melakukan tirakat di Gunung Taruwongso dan bertemu macan putih artinya yang memiliki hajat akan terkabul.
Terkait misteri ini, patung macan putih pun kini dibangun di area Gunung Taruwongso. (mg3/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro