SOLOBALAPAN.COM - Tak jauh dari Kota Solo, terdapat sebuah kadipaten Makam Kebo Kenongo yang mempunyai cerita misteri.
Makam Kebo Kenongo terletak di Dukuh Gedong, Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono, Boyolali.
Kebo Kenongo sendiri adalah ayahanda dari Mas Karebet Joko Tingkir yang menjadi raja di Kerajaan Pajang bergelar Prabu Adiwijaya.
Kebo Kenongo adalah putra kedua dari Prabu Andayaningrat dari tiga bersaudara, dengan putra sulungnya bernama Kebo Kanigoro, dan putra bungsunya Kebo Amiluhur.
Kebo Kenongo diperkirakan memerintah di Kerajaan Pengging pada periode era Demak dan berlangsung pada tahun 1481/1482.
Terdapat, beberapa misteri yang terjadi di sekitar pemakaman Pengging Kebo Kenongo.
Dulu pada zaman Belanda menjajah siapa saja yang bersembunyi di dalam makam Pengging Kebo Kenongo pasti akan selamat dan seolah bersembunyi secara gaib.
"Dulu pada zaman Belanda siapa yang bersembunyi di sini akan selamat," ujar Slamet (48) selaku juru kunci Makam Kebo Kenongo.
Terdapat juga kesalahan makna yang disebut pengging yaitu suatu gelar yang didapatkan oleh Kebo Kenongo.
Ki Ageng Pengging yang artinya pengpengan tanpo tanding bukan yang dijadikan nama suatu daerah yang dipakai saat ini.
Terdapat misteri tentang dua pohon sawo manilo yang sangat besar yang dulunya ada di sana.
Sawo manilo tersebut menjadi tanda masuknya Ki Ageng Kebo Kenongo ke Islam.
Masyarakat yang masuk ke dalam dua pohon sawo manilo tersebut diyakini akan terhapus dosanya.
"Dulu terdapat pohon sawo manilo dua seperti gapura yang diyakini sebagai ampunan dosa." ujarnya.(mg1/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro