SOLOBALAPAN.COM - Pagelaran Kethopak dengan Lakon Sultan Abdul Hamid Herucokro digelar di Blackbox, Prodi Teater, Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Surakarta pada Senin (18/3).
Pagelaran Kethoprak ini merupakan kegiatan laboratorium sebagai mulainya kegiatan rutin yang akan digelar pada setiap Selasa Kliwon.
Sesui dengan SK dari Kementrian, Prodi Teater ISI Surakarta didirikan pada tanggal 23 November 2010, bertepatanan dengan Selasa Kliwon.
"Seloso kliwonan" digunakan sebagai sebutan untuk kethoprak rutinan di Prodi Teater yang diselenggarakan setiap 35 hari sekali di Laboratorium Prodi Teater ISI Surakarta atau Laborta.
Para dosen dan teman-teman Prodi Teater menginisiasi untuk diadakannya tirakatan dalam bentuk karya maupun diskusi Teater.
Kali ini, laborta mementaskan kethoprak dengan Lakon "Sultan Abdul Hamid Herucokro".
Pemilihan Lakon Kethoprak Sultan Abdul Hamid Herucokro diambil dari salah satu usulan mahasiswa Teater dengan menyesuaikan suasana Bulan Puasa.
Cerita yang dibawakan dalam pertunjukan ini mengenai ajaran Pangeran Diponegoro yang dikemas dengan menyoroti kehidupannya di masa perang.
"ini adalah kreativitas mahasiswa, biarlah mahasiswa berkreasi tidak harus bagus namanya juga sedang membangun dan untuk memotivasi mahasiswa agar bersemangat menghidupkan kethoprak di Prodi Teater."Jelas dosen teater ISI Surakarta, Eko Wahyu.
Pertunjukan Kethoprak Sultan Abdul Hamid Herucokro ini disutradarai oleh Juan dan Sisca, diperankan oleh mahasiswa Prodi Teater dan mahasiswa Prodi Film dan Televisi.
Pagelaran kethoprak berlangsung meriah dan ramai, seluruh penonton yang menyaksikan pertunjukan ini merasa terhibur dan menyaksikan pertunjukan hingga selesai. (mg3/nda)
Editor : Nindia Aprilia