SOLOBALAPAN.COM – Karawitan Jawa dan Surakarta sudah melebur menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Karawitan Jawa memiliki banyak unsur yang menjadikan musik tradisional ini menjadi salah satu instumen musik yang sulit dipelajari, kerumitan dalam menerapkan pola dan pembacaan note / notasinya terkadang memerlukan pemaham yang lebih untuk dapat dimengerti.
Penggunaan notasi dalam bidang Karawitan menggunakan tulisan Notasi Kepatihan.
Dalam bidang ilmu Karawitan, menurut thesis Rusdiyantoro dosen Karawitan ISI Surakarta Notasi karawitan adalah sebuah sistem pencatatan atau penulisan permainan instrumen gamelan.
Sejak diperkenalkannya notasi Kepatihan pada tahun 1890 an sampai dengan tahun 1919, belum menunjukkan perkembangan yang berarti.
Akan tetapi ada indikasi bahwa persebaran pengatahuan dan cara menabuh gamelan dengan menggunakan notasi jauh lebih luas dibandingkan dengan masa awalnya.
Teknologi cetak yang sudah dipakai pada akhir dekade ke dua abad ke-20 memungkinkan mencetak dalam jumlah yang besar, sehingga keberlanjutan notasi Kepatihan cukup terbantu dengan adanya penyebaran ini.
Notasi karawitan yang digunakan hingga saat ini merupakan hasil dari berbagai macam modifikasi tulisan yang dilakukan oleh Seniman-Seniman Keraton terdahulu.
Berikut beberapa contoh notasi karawitan yang digunakan hingga saat ini.
Itu tadi merupakan penjelasan terkait notasi kepatihan dalam karawitan Jawa yang wajib diketahui. (mg1/nda)
Editor : Nindia Aprilia