SOLOBALAPAN.COM - Joko Tingkir merupakan salah satu tokoh bersejarah di Solo dan dan pernah jadi raja Kerajaan Pajang yang meninggalkan banyak sekali peninggalan sejarah.
Joko Tingkir juga seorang tokoh penyebar agama Islam yang sangat mahsyur di Jawa.
Salah satu bentuk peninggalan yang masih tersisa saat ini ialah sebuah getek yang terbuat dari kayu jati.
Getek merupakan alat transportasi yang digunakan dengan cara diapungkan di atas air semacam rakit.
Akan tetapi, getek milik Joko Tingkir disebut-sebut mengandung misteri dan kesaktian tersendiri.
Salah satu kesaktian getek ini adalah kemampuannya dalam mengarungi Sungai Bengawan Solo dengan cepat dan dapat berjalan tanpa menggunakan tongkat pendorong.
Kisah tentang getek ini dituturkan oleh Mbah Jasin selaku juru kunci Kerajaan Pajang.
"Getek ini berjalan tidak menggunakan tongkat kayu pendorong melainkan didorong oleh 40 buaya Bengawan Solo yang menjadi pengikutnya Joko Tingkir," terangnya.
Getek Joko Tingkir ini terpecah menjadi 2 yaitu setengah bagian ada di Pajang dan setengahnya ada di makam Joko Tingkir.
Kedua bagian ini sengaja tidak disatukan agar tetap menjadi bukti peninggalan dalam dua tempat penting tersebut baik makam dan petilasan.
Mbah Jasin pun mengungkapkan kisah hebat lain seputar getek legendaris tersebut.
Dikatakannya, getek tersebut dulunya dipakai Joko Tingkir dalam rangka syiar agama Islam.
"Getek ini mampu mengarungi panjang bengawan Solo dengan sekejap mata," kata Mbah Jasin.
"Bahkan getek Joko Tingkir tersebut dianggap transportasi utamanya Joko Tingkir saat menyebarkan agama Islam,” paparnya.
Untuk saat ini getek ini dirawat dengan baik dan diletakkan dalam ruangan kaca di area petilasan Kerajaan Pajang
Selain itu, getek tersebut juga diberi wewangian dan pencahayaan agar tetap terlihat bagus dan menarik. (mg6/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro