Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Mengenal Ritual Ngisis Wayang: Salah Satu Tradisi Guna Menghindari Kerusakan Wayang yang Dilakukan di Keraton Surakarta

Nindia Aprilia • Sabtu, 16 Maret 2024 | 23:09 WIB
Ritual Ngisis Wayang yang dilakukan di Sasana Handrawina, Keraton Surakarta.
Ritual Ngisis Wayang yang dilakukan di Sasana Handrawina, Keraton Surakarta.

SOLOBALAPAN.COM - Ritual Ngisis Wayang ini adalah ritual untuk menghindari kerusakan wayang di Keraton Surakarta sejak era Keraton masih berada di Kartasura.

Dilansir dari laman keratonsurakarta.com ritual Ngisis Wayang adalah suatu proses ritual untuk pemeliharaan anak wayang agar terhindar dari kerusakan.

Hal tersebut sebagai salah satu upaya perlindungan dan pencegahan munculnya jamur, serangga, dan lainnya yang bisa merusak keutuhan wayang.

Terdapat 18 pusaka wayang yang masih di jaga oleh Keraton Surakarta. Beberapa diantaranya ialah Kanjeng Kiai Kadung, Kanjeng Kiai Jimat, Kanjeng Kiai Dewa Kantong, Kiai Pramukanya, dan Kiai Sukarena.

Beberapa prosesi yang dilakukan di Ritual Ngisis Wayang ini diantaranya memberikan sesaji, memanjatkan doa, dan mengeluarkan wayang untuk dibersihkan.

Kemudian ada ketentuan khusus bagi yang menikuti ritual ini, yakni dari pakaian yang dikenakan harus memakai busana kejawen jangkep.

Kegiatan ini juga tidak bisa dilakukan di sembarang tempat, karena acara ritual ini adalah acara yang resmi dan juga melibatkan benda-benda kagungan dalem.

Pelaksanaan ritual ini dimulai dari mengeluarkan kotak wayang yang berada di gedhong Lembisana dan diangkat oleh sekitar delapan abdi dalem. Lalu kotak wayang tersebut dibawa ke Sasana Handrawina.

Selanjutnya para abdi dalem menyiapkan beberapa sesaji dan perlengkapan yang diperlukan.

Ritual selanjutnya adalah membakar dupa dan memberikan sesaji sekaligus memanjatkan doa di depan kotak. Tujuannya sendiri untuk menghindari berbagai gangguan yang datang.

Lalu, kotak wayang tersebut dibuka dan satu persatu wayang yang telah melalui prosesi ritual dikeluarkan dari tempatnya.

Wayang yang dikeluarkan kemudian di angin-angin kan di Sasana Handrawina agar terkena udara luar.

Jika sudah selesai, wayang akan kembali dimasukkan ke dalam kotak wayang dan dikembalikan ke gedhong Lembisana. (Mg4/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#kerusakan #Keraton #Kartasura #ritual #wayang