SOLOBALAPAN.COM – Tarian Sufi, dengan gerakan memutar yang indah dan penuh makna, selalu memukau para penontonnya.
Namun, tahukah Anda proses panjang di balik keluwesan para penari Sufi?.
Fitriana Rafsanjani, seorang penari Sufi asal Sukoharjo, berbagi kisahnya tentang latihan menari Sufi yang ternyata tak hanya melatih fisik, tetapi juga mental dan spiritual.
Menguasai Teknik Dasar: Pondasi Keluwesan
Fitriana menjelaskan bahwa latihan Tari Sufi diawali dengan penguasaan teknik dasar. Teknik ini menekankan pada posisi tumpuan kaki kiri yang menjadi poros putaran, dengan kaki kanan yang mengikuti gerakan.
Gerakan ini memiliki filosofi mendalam, yaitu mengikuti rotasi bumi yang berputar ke kiri.
Mencari Fokus di Tengah Putaran
Latihan selanjutnya adalah teknik muter ke kiri dan teknik fokus. Menariknya, para penari berlatih fokus dengan cara menatap tangan.
Saat berputar, tangan kanan diangkat ke atas kepala dengan pandangan menengadah, sedangkan tangan kiri diposisikan sejajar kepala dengan pandangan ke arah jempol tangan kiri.
Teknik Berhenti: Hening di Ujung Putaran
Setelah melatih putaran dan fokus, para penari berlatih teknik berhenti. Berhenti dalam Tari Sufi bukan sekadar gerakan fisik, tetapi memiliki makna tersendiri.
Para penari mengurangi kecepatan putaran, menghentikan gerakan kaki secara bertahap, kemudian langsung nunduk seperti orang rukuk.
Menjaga Keseimbangan: Kunci Keluwesan
Teknik seimbang menjadi aspek penting lainnya dalam Tari Sufi. Saat berhenti setelah berputar, para penari dituntut untuk bisa menahan kaki agar tidak terjatuh.
Proses Panjang Menuju Keluwesan
Fitriana menjelaskan bahwa para penari tidak serta merta langsung bisa menampilkan tarian Sufi dengan luwes.
"Penari diajari satu kali secara detail, setelah itu latihan mandiri minimal satu minggu dua kali. Setelah kurang lebih dua bulan mereka akan luwes terhadap tarian Sufi," ujar Fitriana.
Proses latihan yang panjang dan bermakna inilah yang membuat Tari Sufi tidak sekadar seni gerak, tetapi juga perjalanan spiritual yang mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Ritual Pembuka: Membuka Pintu Kesadaran
Sebelum menari, para penari Sufi melakukan ritual pembuka dengan melafalkan al-fatihah yang dikhususkan untuk Syekh Jalaluddin Rumi, dilanjutkan dengan melafalkan Allah, Allah, Allah, dan dzikir.
Ritual ini membantu mereka memfokuskan diri dan membuka pintu kesadaran sebelum menari.
Lebih dari Sekadar Tarian: Sebuah Perjalanan Spiritual
Tari Sufi bukan sekadar seni tari, tetapi juga sebuah perjalanan spiritual. Gerakan-gerakannya yang penuh makna dan proses latihan yang panjang mengantarkan para penari pada kedekatan dengan Sang Pencipta. (Mg2/nda)
Editor : Nindia Aprilia