SOLOBALAPAN.COM - Keraton Solo memang masih memegang teguh kebudayaan, tradisi, kesenian, sampai pada busana Jawa yang dipakai.
Dilansir dari akun tiktok resmi Keraton Surakarta Hadiningrat terdapat beberapa jenis busana yang dipakai di lingkungan Keraton.
Diantaranya yaitu Busana Emban, Busana Kebaya Cekak, dan busana Janggan Putri Lambe Gajah. Yuk simak lebih dalam ketiga busana tersebut!.
1. Busana Emban
Busana Emban ini adalah busana yang digunakan oleh abdi dalem yang memiliki tugas untuk mengasuh atau mendampingi putra putri Dalem yang masih kecil hingga remaja.
Putra putri Raja tersebut mempunyai dua Emban, yaitu Emban Ngajeng dan Emban Wingking.
Busana Emban Ngajeng menggunakan selendang Parang Rusak Barong, sedangkan Emban Wingking mengggunakan menggunakan selendang Cindhe Sutra.
Busana Emban ini terdiri dari Sikepan Janggan berwarna hitam, Sinjang motif Ceplok, Ukel Tekuk, dan Selendang Parang Rusak Barong atau selendang Cindhe Sutra.
2. Busana Kebaya Cekak
Baca Juga: Doa Buka Puasa yang Paling Lengkap! Wajib Dibaca Ulang Biar Gak Kelupaan
Busana Kebaya Cekak ini digunakan oleh sentana dalem putri pada saat sowan dari Keraton pada berbagai acara seperti adara wilujengan dan ada beberapa acara peringatan khusus dari luar upacara adat yang besar.
Busana ini terdiri dari busana kebaya yang panjang sampai ke lutut, sinjang, ukel aheng, dan beberapa aksesoris.
3. Busana Janggan Putri Lambe Gajah
Busana Janggan Putri Lambe Gajah ini digunakan oleh abdi dalem Putri pada saat upacara-upacara besar di Keraton.
Upacara-upacara tersebut diantaranya Kirab Jumeneng Dalem Nata, Kirab Pikraman dalem, Kirab Tinggalan Dalem Jumenengan, Lampau Kirab Sedan Dalem, dan utusan dalem hendak loji.
Busana ini digunakan oleh abdi dalem Putri pada saat sowan apabila tidak mendapatkan tugas khusus.
Sedangkan abdi dalem yang mendapatkan tugas khusus pada saat pisowanan, mereka menggunakan busana dodotan estri jika menggunakan tugas khusus. (Mg4/nda)
Editor : Nindia Aprilia