Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Tidak Sembarangan! Ini Berbagai Syarat untuk Jadi Penari Bedhaya Ketawang, Salah Satunya Harus Perawan

Reinaldo Suryo Negoro • Minggu, 10 Maret 2024 | 23:02 WIB
Potret para penari Bedhaya Ketawang (JAWAPOS.COM)
Potret para penari Bedhaya Ketawang (JAWAPOS.COM)

SOLOBALAPAN.COM - Kota Solo masih sangat erat dengan ragam seni budaya dengan tarian menjadi salah satunya.

Salah satunya tari Bedhaya Ketawang yang hanya ditampilkan untuk acara penobatan dan peringatan kenaikan tahta raja di Keraton Kasunanan Surakarta.

Bedhaya Ketawang ini adalah tarian yang di dalamnya menggambarkan hubungan antara Panembahan Senopati dengan Kanjeng Ratu Kidul.

Sejarah Tari Bedhaya Ketawang

Dilansir dari Pemerintah Kota Solo, Tari Bedhaya Ketawang adalah salah satu warisan Kesultanan Mataram. Tari ini tidak bisa dipentaskan di sembarang acara.

Hanya khusus dipentaskan di Kasunanan Surakarta, karena dalam perjanjian Giyanti pada tahun 1755 yang mana di dalam perjanjian tersebut terdapat pembagian kebudayaan dan kesenian.

Tari Bedhaya Ketawang inilah salah satu dari kebudayaan dan kesenian dari Perjanjian Giyanti tersebut.

Syarat Menjadi Penari Bedhaya Ketawang

Penari Bedhaya Ketawang ini tidak boleh ditarikan oleh sembarang orang. Terdapat syarat-syarat menarikan tarian Bedhaya Ketawang sebagai berikut:

1. Penari tidak boleh dalam keadaan menstruasi dan harus dalam keadaan suci.

2. Penari harus dalam keadaan masih perawan.

3. Usia penari antara 17-25 tahun, karena durasi tari Bedhaya Ketawang ini selama 1,5 jam. dalam umur rentang 17-25 tahun dianggap masih memiliki kulit yang kencang, cantik, dan wajah yang berseri.

4. Memiliki tubuh yang ideal dan daya tahan tubuh baik.

5. Penari melakukan puasa mutih sebelum menarikan tarian Bedhaya Ketawang.

Sistem Seleksi Penari Bedhaya Ketawang

Dilansir dari akun resmi tiktok Keraton Solo, Gusti Kanjeng Ratu Timoer putri tertua Pakubuwono XIII mengatakan bahwa setiap Selasa Kliwon penari-penari tarian Bedhaya Ketawang berlatih.

Pasalnya, Selasa Kliwon dipercaya sebagai hari lahir dari Kanjeng Kencana Hadisari atau yang sering kita sebut Kajeng Ratu Kidul.

Dulu penari Bedhaya Ketawang ini harus keturunan Keraton Surakarta.

Namun, sekarang masyarakat umum bisa ikut berpartisipasi menarikan tarian ini di dalam Keraton Solo.

Masyarakat umum yang ingin berpartisipasi menarikan tarian ini harus minimal dua tahun dididik menari di Keraton Surakarta.

Menurut Gusti Kanjeng Ratu Timoer, gerakan di tarian ini sangat sulit dan tidak ada di tarian yang lain.

Masyarakat umum yang ingin ikut latihan menari di Keraton Surakarta dengan adanya Lembaga Dewan Adat ini terdapat latihan di hari minggu pukul 11.00 WIB di Bangsal Smarakata.

Di bangsal tersebut masyarakat umum boleh ikut belajar menari.

Namun, masih terdapat sistem seleksi yang memang benar-benar sudah bisa menarilah yang bisa ikut berlatih di dalam Keraton Solo. (mg4/rei)

Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#sejarah #seleksi #Keraton #solo #syarat #Tari Bedhaya Ketawang