SOLOBALAPAN.COM - Di balik pesona dan misteri Sendang Pengantin di Jebres, Solo, terdapat sebuah pohon kepuh langka yang menjadi saksi bisu sejarah dan cerita mistis di tempat tersebut.
Pohon kepuh ini menjadi salah satu daya tarik utama Sendang Pengantin, selain kisah cinta tragis antara Jumirah dan Sankalan.
Menurut Heri (56), warga sekitar, dulunya terdapat tiga pohon besar di dekat Sendang Pengantin.
Dua pohon lainnya, yaitu beringin dan trembesi yang telah tumbang. Pohon beringin tumbang bersamaan dengan wafatnya Ibu Tien Soeharto, istri Presiden Soeharto, pada tahun 1996.
Pohon kepuh ini masih berdiri kokoh hingga saat ini, dengan buahnya yang lebat dan akarnya yang menjalar hingga ke perempatan desa.
Buah kepuh memiliki rasa seperti kacang, namun konon jika dimakan berlebihan dapat menyebabkan telinga kehilangan pendengaran dan berair.
Keberadaan pohon kepuh ini tak lepas dari cerita mistis yang beredar di Sendang Pengantin. Pohon ini memiliki ranting pohon yang besar, tapi ketika ada yang jatuh tidak pernah melukai warga.
"Dulu waktu pembangunan masjid Ar-Rahman ini, kami para warga sedang makan bersama di aula ini, tiba tiba ranting besar itu jatuh di tengah tengah kami, tapi alhamdulillah nya tidak ada korbanya," Ujar Heri (56).
Pohon kepuh dalam budaya Jawa memiliki makna simbolis yang mendalam. Pohon ini dipercaya melambangkan kehidupan, keberuntungan, dan kesucian.
Daunnya yang lebar dan rindang diyakini mampu memberikan perlindungan dan ketenangan.
Di Jawa, pohon kepuh sering ditanam di tempat-tempat keramat, seperti petilasan, makam, atau sendang.
Hal ini menunjukkan bahwa pohon kepuh memiliki nilai spiritual yang tinggi bagi masyarakat Jawa.
Pohon kepuh di Sendang Pengantin merupakan salah satu aset budaya yang perlu dilestarikan.
Upaya ini penting untuk menjaga nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang melekat pada pohon tersebut.
Dengan demikian, pohon kepuh ini akan terus menjadi simbol kehidupan, keberuntungan, dan kesucian bagi masyarakat Solo dan sekitarnya. (Mg2/nda)
Editor : Nindia Aprilia