Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Menelusuri Jejak Rotan Trangsan di Solo Raya: Dari Warisan Leluhur Menuju Puncak Kejayaan

Nindia Aprilia • Rabu, 28 Februari 2024 | 18:25 WIB
Galeri Rotan di Desa Wisata Trangsan.
Galeri Rotan di Desa Wisata Trangsan.

SOLOBALAPAN.COM - Desa Trangsan tak lepas dari berbagai kerajinan yang berasal dari rotan.

Kerajinan rotan di desa ini telah berkembang pesat sejak era Ki Demang Wongsolaksono, yang merintisnya pada tahun 1949.

Kini, Trangsan menjelma menjadi sentra industri kerajinan rotan terbesar di Jawa Tengah, bahkan menembus pasar internasional.

Awal Mula Warisan Rotan

Pada tahun 1949, Ki Demang Wongsolaksono mempelopori pembuatan kerajinan rotan di Trangsan.

Keahliannya diwariskan kepada Martosenotono dan Wongsowijoyo, yang kemudian menyebarkannya kepada anak, cucu, dan tetangga.

Salah satu penerus utamanya adalah Warsino, anak kandung Ki Demang.

Dari Pekerjaan Sampingan Menjadi Primadona

Awalnya, kerajinan rotan di Trangsan merupakan pekerjaan sampingan bagi para petani.

Seiring waktu, antara tahun 1950 dan 1980, rotan mulai menjadi primadona.

Pengrajin menggunakan alat tradisional, blarak, untuk memanaskan rotan dan membentuk lengkungan.

Modernisasi dan Tantangan

Tahun 1980 menjadi titik balik dengan penggunaan minyak tanah untuk memanaskan rotan, yang lebih cepat dan efisien.

Namun, krisis ekonomi global di tahun 1982 membawa dampak pahit. Pengrajin kehilangan modal dan terlilit hutang.

Upaya Pemerintah dan Kebangkitan Industri

Pemerintah tak tinggal diam, sejak tahun 1986, berbagai upaya dilakukan untuk membangkitkan industri rotan Trangsan.

Ahli rotan dari luar negeri didatangkan, pelatihan diadakan, dan kerjasama dengan berbagai pihak dijalin.

Puncak Kejayaan dan Tantangan Baru

Puncak kejayaan rotan Trangsan terjadi di tahun 1990. Produknya menembus pasar internasional, dipesan melalui internet, dan menghiasi berbagai negara di dunia.

90% produksi rotan Trangsan saat itu mulai diekspor ke berbagai wilayah.

Namun, di balik kejayaan, ada pula tantangan. Tahun 1988, ulah para brooker yang memanipulasi harga menjadi batu sandungan bagi para pengrajin.

Dukungan Pemerintah dan Masa Depan Cerah

Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menunjukkan komitmennya dengan membangun WARSI (Warung Khusus Informasi) dan Show Room di tahun 1994.

Hal ini menjadi bukti nyata dukungan pemerintah dalam mempromosikan dan memasarkan produk rotan Trangsan.

Kini, Desa Trangsan terus berbenah diri, meningkatkan kualitas produk, dan berinovasi dalam desain.

Dengan warisan leluhur yang kaya, kegigihan para pengrajin, dan dukungan pemerintah, masa depan cerah menanti industri rotan Trangsan. (Mg2/nda)

Photo
Photo
Photo
Photo
MINIMALIS: Musala Sirajudin di Jalan Gajah Mada Dusun Sawahan, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng yang berumur 100 tahun lebih terancam digusur untuk dibuat kafe Senin(26/2).
MINIMALIS: Musala Sirajudin di Jalan Gajah Mada Dusun Sawahan, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng yang berumur 100 tahun lebih terancam digusur untuk dibuat kafe Senin(26/2).
DIBUKA: Pj Bupati Bangkalan Arief M. Edie menyampaikan sambutan dan meluncurkan poli vaksinasi terpadu di RSUD Syamrabu, Selasa (27/2)
DIBUKA: Pj Bupati Bangkalan Arief M. Edie menyampaikan sambutan dan meluncurkan poli vaksinasi terpadu di RSUD Syamrabu, Selasa (27/2)
INOVATIF: Direktur RSUD Syamrabu Farhat Surya Ningrat menyampaikan sambutan saat launching poli terpadu di RSUD Syamrabu Bangkalan, Selasa (27/2).
INOVATIF: Direktur RSUD Syamrabu Farhat Surya Ningrat menyampaikan sambutan saat launching poli terpadu di RSUD Syamrabu Bangkalan, Selasa (27/2).
SUARA EMAS: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ikut menyumbang suara emasnya saat Open House HUT ke-23 Radar Surabaya, Selasa (27/2).
SUARA EMAS: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ikut menyumbang suara emasnya saat Open House HUT ke-23 Radar Surabaya, Selasa (27/2).
Editor : Nindia Aprilia
#industri #kerajinan #rotan #Desa Trangsan