SOLOBALAPAN.COM - Tidak jauh dari Kota Solo atau tepatnya di Jalan Benowo III, Sonojiwan, Desa Makamhaji, Kecamatan Kartosuro, Kabupaten Sukoharjo terdapat sebuah tempat yang kental akan sejarah.
Tempat yang dimaksud adalah Petilasan Keraton Pajang atau Kesultanan Keraton Pajang merupakan tempat peninggalan Mataram Kuno.
Petilasan Keraton Pajang sendiri merupakan sebuah kerajaan yang dipimpin oleh Sultan Hadiwijaya yang dikenal dengan Jaka Tingkir.
Mbah Jasmin yang merupakan juru kunci Petilasan Keraton Pajang pun menjelaskan mengenai petilasan ini.
“Dulunya petilasan ini hanya sebuah reruntuhan bangunan dar kediaman Jaka Tingkir," jelasnya.
"Yang kemudian oleh para penduduk sekitar yang disebut dengan para sutrisno tirakat, dibangunlah Petilasan Keraton Pajang ini” ujar Mbah Jasmin.
Mbah Jasmin sendiri ditunjuk sebagai juru kunci atau penjaga Petilasan Keraton Pajang oleh Eyang Temenggung dari Mangkunegara.
"Petilasan Keraton Pajang sendiri digunakan sebagai tempat untuk mencari berkah berdasarkan sugesti masing-masing pribadi," lanjut Mbah Jasmin.
"Sedangkan pada Malam Satu Suro di Petilasan Keraton Pajang banyak yang melakukan tirakatan yang dilakukan oleh para warga sekitar dan beberapa saudagar dari luar daerah," ujarnya.
Dahulu, setelah Jaka Tingkir didudukkan dari Demak, beliau dijadikan sebagai menantu dari Sultan Trenggono Demak.
Kemudian beliau mendirikan Kesultanan Keraton Pajang.
"Dulunya keraton ini hanya sebuah hutan pojok, yang kemudian oleh Sultan Hadiwijaya dibangunlah sebuah Kesultanan Karaton Pajang," ujar Mbah Jasmin.
Sultan Hadiwijaya mendiami Keraton Pajang selama 14 tahun.
Pada suatu waktu, terjadi pemberontakan ke Mataram yang dipimpin oleh ayah angkatnya.
Beliau dan semua keluarganya terbunuh yang kemudian dimakamkan sekeluarga di daerah Butuh, Kabupaten Sragen.
Dalam sejarahnya, Keraton Pajang dibangun lebih dulu daripada Keraton Solo dan Keraton Jogja. (mg7/rei)