SOLOBALAPAN.COM - Paguyuban Reog Singo Yogo Banyuanyar turut serta memeriahkan rangkaian acara Tingalan Jumenengan K.G.P.A.A. Mangkoe Nagara X dan Cap Go Meh 2024.
Paguyuban Reog Singo ini menampilkan atraksi reog yang memukau penonton.
Diketahui persiapan yang disiapkan untuk menampilkan reog pada acara ini tidak sampai satu minggu.
Seperti yang telah dikatakan oleh Ayu (19) mahasiswi ISI Surakarta yang turut serta menampilkan kesenian reog ini mengatakan, "persiapannya ngga sampai satu minggu." katanya saat diwawancarai.
Bahkan mereka siap jika diminta untuk tampil secara dadakan, karena segala persiapan telah dilakukan dan sering tampil di berbagai acara.
Karena Paguyuban Reog Singo Yogo ini sudah sering latihan dalam menampilkan reog.
Ayu salah satu anggota paguyuban Singo Yogo ini sudah menggeluti kesenian reog dari kelas enam Sekolah Dasar (SD).
Selain tampil pada acara Tingalan Jumenengan K.G.P.A.A. Mangkoe Nagara X dan Cap Go Meh 2024 ini Ayu telah tampil di acara Internasional seperti SIPA dan IMF.
Dalam pertunjukan Reog Singo Yogo ini akan menampilkan 25 orang pada acara ini. 25 orang diantaranya menjadi dadak merak, gano, dan jatil.
Penampilan Reog Singo Yogo ini rata-rata dari kalangan SMP, SMK, dan mahasiswa yang saling berkolaborasi untuk menampilkan yang terbaik.
Paguyuban ini berada di kota Surakarta tepatnya di Jl. Bone Barat Utama, Banyuanyar, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 37137.
Tujuan dari adanya pertunjukan reog sendiri adalah untuk mempererat silaturahmi antar manusia.
Maka dari itu Reog asli Ponorogo ini sudah menjamur di luar daerah aslinya. Seperti Jawa Tengah, Jogja, Jawa Timur, hingga pulau Bali.
Selain mempererat silahtuahmi, Reog ini dipercaya dapat mempersatukan masyarakat dengan pertunjukan yang diberikan.
Sama halnya pada festival kuliner dan Panggung Gelar Budaya Akulturasi Jawa dan Tionghoa ini dapat mempersatukan masyarakat lewat pertunjukan reog. (mg4/nda)
Editor : Nindia Aprilia