SOLOBALAPAN.COM - Raden Ayu Adipati Sedhah Mirah yang sering disebut dengan Nyai Sedhah Mirah merupakan orang yang memiliki kedudukan nomor dua di dalam keraton Kartasura setelah permaisuri.
Raden Ayu Adipati Sedhah Mirah adalah putri dari Pangeran Puger, ia kemudian menikah dengan anak Amangkurat ll yaitu Raden Mas Sutikna.
Dalam silsilahnya, Raden Mas Rahmat dan Puger atau yang disebut dengan Sunan Ngalaga merupakan sodara seayah.
Pangeran Sutikna selingkuh dengan selirnya yang kemudian di angkat menjadi permaisuri tanpa sepengetahuan Raden Ayu Adipati Sedhah Mirah.
Menerima penghianatan tersebut Sedhah Mirah pulang kekediamannya yaitu Kerajaan Puger atau Sunan Ngalaga.
Saat pulang Sedhah Mirah dituduh mengkhianati Raden Mas Sutikna yang mengakibatkan pangeran Puger murka.
Kemudian setelah itu dia memerintahkan anak-anaknya untuk membunuh Sedhah Mirah.
"Sedhah Mirah memiliki pangkat yang lebih tinggi dari para bupati. Beliau mengatur urusan rumah tangga, dan merangkap sebagai kepala yang mengurus segala sesuatu yang terdapat di dalam keraton walaupun beliau merupakan istri dari pangeran Sutikna," Ujar Fredo,juru pelihara balai pelestarian cagar budaya.
Selain itu, Fredo juga mengatakan bahwa Raden Ayu Adipati Sedhah Mirah merupakan seorang wanita yang sangat dihormati kala itu.
Dia memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggidalam mengurus kerajaan serta memiliki hati yang sangat lembut meski diselingkuhi.
Diketahui saat ini makam Raden Ayu Adipati Sedhah Mirah berada di Keraton Kartasura.
Sosok Raden Ayu Adipati Sedhah Mirah Semasa hidupnya dia dikenal cantik, pandai berdiplomasi, memiliki penghasilan yang cukup dan wanita yang mandiri.
Dengan segala kebaikan dan sikapnya, kini Raden Ayu Adipati Sedhah Mirah tetap dikenang oleh masyarakat.
Bukan hanya itu, bahkan sosok Raden Ayu Adipati Sedhah Mirah ini menjadi inspirasi bagi Gibran Wali Kota Solo untuk memberikan nama pada putri cantiknya.
Berdasarkan keterangan Fredo "nama anaknya Gibran diberi nama La Lembah Manah karena memiliki ilmu pengasihan dan kepemimpinan yang kuat. Filosofi nya karena Gibran ingin mengambil kepemimpinan yang baik dari beliau". Ujar Fredo.
Kepemimpinan yang baik menjadi salah satu yang ingin Gibran tanamkan terhadap putrinya melalui nama unik tersebut. (MG 7/nda)
Editor : Nindia Aprilia