SOLOBALAPAN.COM - Di usianya yang ke-72, Ngadiyono tak henti berkarya. Pria asal Karanganyar ini telah menjadi pengrajin warongko keris, gagang keris yang menjadi salah satu bagian penting dari keris Jawa.
Perjalanan Ngadiyono di dunia warongko keris terbilang unik. Awalnya, dia bekerja di sebuah pabrik sepatu. Melihat harga warongko keris yang mahal, dia tergerak untuk membuatnya sendiri.
"Awalnya jelek, gagal, buang, coba lagi, coba lagi, sampai bisa," kata Ngadiyono kepada Radar Solo.
Kegigihannya itu berbuah manis. Kini, warongko keris buatannya banyak diminati kolektor keris dari berbagai daerah.
Bahkan, dia menjadi dosen di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, mengajar di jurusan keris sejak 2017.
Salah satu keistimewaan warongko keris buatan Ngadiyono adalah harganya yang relatif murah.
Harganya berkisar antara Rp75.000 hingga Rp100.000, jauh dari harga pasaran yang bisa mencapai jutaan rupiah.
"Pak Ngadiyono ini termasuk produsen pertama, jadi harganya murah," ujar Agus, salah satu konsumen.
Menapaki Jejak Pengrajin Warongko Keris
Baca Juga: Keunikan Dibalik Bunga Setaman, Kerap Digunakan Untuk Berbagai Ritual di Solo Hingga Berbau Mistis
Ngadiyono mulai membuat warongko keris pada tahun 1980-an. Saat itu, dia masih bekerja di pabrik sepatu.
Keahliannya mengukir kayu terasah saat dia membuat miniatur wayang kulit.
Berbekal keahliannya, Ngadiyono mulai membuat warongko keris. Awalnya, dia hanya membuat untuk keris miliknya sendiri.
Namun, lama kelamaan, banyak orang yang tertarik dengan karyanya.
"Sejak saat itu, saya mulai memproduksi warongko keris untuk dijual," kata Ngadiyono.
Warongko keris buatan Ngadiyono terbuat dari berbagai jenis kayu, seperti kayu jati, kayu cendana, dan kayu kemuning.
Dia juga membuat warongko keris dengan berbagai macam jenis, seperti keris solo, jogja dan lainnya.
Mengajar Generasi Muda
Baca Juga: Undang Catur Sagatra, Begini Upacara Kenaikan Tahta atau Jumenengan Mangkoe Nagara (MN) X
Sebagai pengrajin warongko keris, Ngadiyono merasa terpanggil untuk menularkan ilmu kepada generasi muda. Dia mengajar di ISI Yogyakarta sejak tahun 2017.
"Saya ingin generasi muda tahu tentang warongko keris dan cara membuatnya," kata Ngadiyono.
Ngadiyono berharap, warongko keris Indonesia bisa semakin dikenal dan diminati oleh masyarakat luas.
Warisan Budaya yang Berharga
Warongko keris bukan sekadar gagang keris. Warongko keris memiliki nilai seni dan budaya yang tinggi. Warongko keris yang indah dapat meningkatkan nilai estetika keris.
Ngadiyono dengan kegigihannya telah melestarikan warisan budaya bangsa. Dia adalah contoh nyata bahwa dengan tekad dan kerja keras, kita bisa mencapai kesuksesan. (Mg2/nda)
Editor : Nindia Aprilia