Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Warga Solo Harus Tau! Ternyata Ini Alasan Kenapa Rebo Wekasan Dipercaya Jadi Hari Sial

Nindia Aprilia • Selasa, 13 Februari 2024 | 18:01 WIB
Salah Satu Ritual yang Dilakukan Saat Rebo Wekasan
Salah Satu Ritual yang Dilakukan Saat Rebo Wekasan

SOLOBALAPAN.COM - Rebo Wekasan menjadi salah satu tradisi yang dilakukan secara turun-temurun oleh sebagian masyarakat di Indonesia.

Tradisi Rebo Wekasan ini terakhir di bulan Safar sesuai dengan kalender Hijriah dan populer di kalangan masyarakat Jawa, Sunda, serta Madura.

Tradisi Rebo Wekasan merupakan salah satu dari sekian banyaknya budaya akulturasi yang masih dilakukan hingga saat ini.

Hal ini berasal dari tradisi Jawa Kuno yang dipadukan dengan ajaran agama Islam.

Rebo Wekasan memiliki sejarah yang terdiri dari beberapa peristiwa terjadi pada hari tersebut, karena itu oleh masyarakat dipercaya sebagai hari sial.

Pada hari ini juga menjadi tradisi bagi masyarakat untuk melakukan beberapa ritual dan momen mendekatkan diri dengan Allah SWT.

Beberapa versi menyebutkan tentang asal-usul dari tradisi Rebo Wekasan ini, seperti mengaitkannya dengan kisah Nabi Muhammad SAW yang diberi ujian oleh Allah tepat pada hari Rabu terakhir di bulan Safar.

Versi lain menurut Abdul Hamid Quds dalam kitabnya menyebutkan bahwa Allah menurunkan 320.000 musibah dalam kurun sehari di seluruh belahan dunia.

Sebab inilah masyarakat melakukan berbagai macam ritual guna menolak kesialan atau bala’.

Melansir dari akun Instagram @misterisolo, tradisi Rebo Wekasan ini sudah ada sejak zaman Nabi Musa ketika Allah menurunkan musibah bagi Kaum Yahudi (Kaum Nabi Musa) yang ingkar atas perintah Allah.

Di masyarakat Jawa banyak yang berpendapat mengenai kedatangan kembali VOC dan kebetulan bertepatan dengan Rebo Wekasan di bulan Safar pada tahun 1602.

Selain itu, para Walisongo juga dipercaya memiliki peran dalam pengembangan tradisi yang satu ini.

Menurut sesepuh kejawen di wilayah Gresik, dulu Sunan Gresik pernah menemukan sebuah sumber mata air dan menyampaikan pesan pada penduduk untuk terus melaksanakan Rebo Wekasan guna keselamatan.

Amalan yang dilakukan pada hari Rebo Wekasan ini berupa :

1. Sholat Tolak Bala’

Melakukan sholat 4 rakaat, atau ritual dalam agama lainnya sesuai dengan kepercayaan masing-masing.

Selain itu, masyarakat juga dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan berdoa.

2. Selametan

Baca Juga: Misteri Dibalik 6 Cara Menghentikan Hujan yang Dipercaya Orang Jawa, Warga Solo Pernah Coba?

Setiap daerah memiliki cara selamatan yang berbeda-beda seperti sedekah bumi dan bancakan. Hal ini memiliki arti yang sama yaitu memperbanyak sedekah supaya terhindar dari malapetaka.

3. Puasa Tolak Bala’

Dalam syari’at Islam puasa ini sebenarnya tidak ada, namun pada prakteknya tetap dilakukan.

Bahkan beberapa masyarakat menyatakan perlu dilakukan puasa guna menolak musibah di hari Rebo Wekasan.

Namun dibalik itu semua perlu diingat bahwa dalam agama Islam tidak ada unsur kewajiban pada pelaksanaan Rebo Wekasan ini.

Untuk itu, niatkan dan yakini tujuan utama pada tradisi ini adalah guna mendekatkan diri pada Allah SWT. (mg10/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#tradisi #rebo wekasan #jawa #SIAL