Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Situasi Politik Makin Memanas, Jumenengan PB XIII di Solo Tanpa Memakai Kirab

Silvester Kurniawan • Senin, 5 Februari 2024 | 22:01 WIB
ADAT ISTIADAT: Prosesi Hajad Dalem Tingalan Dalem Jumenengan ke-19 SISKS PB XIII Hangabehi, tahun lalu.
ADAT ISTIADAT: Prosesi Hajad Dalem Tingalan Dalem Jumenengan ke-19 SISKS PB XIII Hangabehi, tahun lalu.

 

SOLOBALAPAN.COM – Solo kembali menggelar berbagai acara, salah satunya Keraton Kasunanan Surakarta yang gelar upacara kenaikan takhta raja atau Hajad Dalem Tingalan Dalem Jumenengan ke-20 Tahun 2024, besok (6/2).

Mengingat peringatan kenaikan takhta berdekatan dengan pelaksanaan pemilu, 14 Februari mendatang, prosesi kirab budaya (Kirab Ageng) akhirnya harus disesuaikan.

Seperti kita ketahui, prosesi adat peringatan kenaikan takhta raja itu merupakan salah satu prosesi yang paling ditunggu-tunggu masyarakat.

Lantaran acara ini dilengkapi dengan prosesi kirab yang memberikan masyarakat kesempatan untuk bisa menyaksikan langsung dan berinteraksi dengan raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Sayangnya prosesi kirab itu berpotensi tidak dilangsungkan karena suasana politik saat ini.

“Menimbang situasi dan kondisi negara saat jelang-jelang pemilu mungkin kirab tidak digelar langsung seperti biasanya. Saat ini kami masih menunggu petunjuk dari sinuwun, namun seandainya ada kirab pun tidak dilaksanakan berdekatan atau langsung setelah jumenengan,” terang Wakil Pengageng Sasana Wilopo, KP Dani Nur Adiningrat kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (4/2).

Soal giat jumenengan, lanjutnya, rangkaian kegiatan yang dihelat pada Selasa (8/2) pagi dimulai dari abdi dalem berkumpul di Bangsa Semorokoto, kemudian para sentana dalem berkumpul di sekitar Dalem Ageng.

Kemudian menunggu sinuwun miyos (keluar), baru semua dipersilakan masuk. Dilanjutkan pementasan Tari bedhaya ketawang dan sebagainya kemudian selesai.

Mengenai peserta kegiatan, informasi yang beredar diperkirakan diikuti 2000 orang baik dari abdi dan keluarga keraton, sejumlah tokoh, dan pejabat pemerintah.

“Untuk tamu-tamu undangan, khususnya para pejabat itu langsung dari sinuwun. Tapi semua kebutuhan sudah disiapkan,” bebernya.

Persiapan kenaikan takhta PB XIII mulai dilakukan sejak cukup lama. Mulai dari prosesi menjamas gamelan pusaka, persiapan tari bedaya ketawang, hingga persiapan para abdi dalem dan berbagai keperluan penunjang kegiatan adat tersebut.

Berbagai hal itu dipersiapkan guna kelancaran prosesi kenaikan tahta raja yang ke-20 itu. 

“Bersih-bersih panggung sanggabuwana sudah dari 22 Januari dilanjutkan dengan jamasan gongso Kanjeng Kyai Kacuk Manis dan Kanjeng Kyai Manis Renggo.” papar Dani.

"Selanjutnya pembersihan bilah (lampu) di Dalem Ageng dan Sasana Sewoko dan lain sebagainya. Latihan Bedoyo Ketawang dari 28 Januari. Malam hari sebelum acara ada wilujengan,” lanjutnya. (ves/nik) 

Editor : Nindia Aprilia
#Jumenengan #kirab #Adat #Keraton #politik #kasunanan #solo