Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Upacara Ruwatan, Salah Satu Tradisi Jawa yang Unik dan Harus Diketahui Orang Solo

Reinaldo Suryo Negoro • Sabtu, 3 Februari 2024 - 02:36 WIB
Upacara ruwatan yang punya prosesi unik dan wajib diketahui warga Solo. (SURAKARTA.GO.ID)
Upacara ruwatan yang punya prosesi unik dan wajib diketahui warga Solo. (SURAKARTA.GO.ID)

SOLOBALAPAN.COM - Upacara ruwatan kiranya menjadi salah satu tradisi yang harus diketahui warga Solo.

Upacara Ruwatan adalah sebuah upacara yang berasal dari Jawa yang dilakukan untuk melepaskan seseorang dari kutukan atau hukuman yang sial atau berbahaya.

Dilansir dari laman Pemerintah Kota Solo, ruwatan dalam bahasa Jawa berarti meminta dengan tulus agar orang yang diruwat terbebas dari malapetaka dan selamat.

Akibatnya, upacara ruwatan dilakukan untuk melindungi manusia dari semua bahaya yang ada di dunia.

Sebagian besar masyarakat masih mempercayai upacara ruwatan karena berkaitan dengan keselamatan anak tunggal dan keluarganya.

Dalam pelaksanaan tradisi ruwatan, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, yatu sajen.

Sajen adalah makanan dan benda lain, contohnya bunga, yang digunakan sebagai sarana komunikasi dengan makhluk gaib.

Dalam tradisi ini, terdapat beberapa jenis sajen yang dibutuhkan saat memulai upacara ruwatan.

Sajen itu, tak hanya pada makanan, tetapi juga mencakup berbagai benda lainnya, seperti bunga, padi, kain, dan sejumllah barang lainnya.

Setelah sajen tersedia, acara yang dilakukan dalam upacara ini yaitu pertunjukan wayang sebagai pemandu pagelaran yang disebut dalang.

Lakon yang ditampilkan adalah lakon khusus yang disebut Murwakala, serta disajikan sesaji khusus untuk memuja Batara Kala.

Sebelum melakukan upacara ruwatan, beberapa persyaratan harus dipenuhi.

Beberapa di antaranya adalah nasi kuning, yang menunjukkan rezeki yang melimpah.

Kemudian, ada nasi golong yang menunjukkan rezeki yang berputar.

Setelah itu, ada nasi kabuli yang menunjukkan kesuksesan dalam mencapai harapan.

Selanjutnya, ada jenang abang yang terbuat dari ketan dan dicampur dengan gula dan kelapa, bubur sengkolo, yang menunjukkan penghilangan atau perlindungan dari sial.

Tahapan upacara ruwatan termasuk siraman, yang membersihkan tubuh manusia dengan air dari kembang setaman, seperti kenanga, melati, dan mawar.

Selain itu, untuk memastikan bahwa orang yang diruwat selalu selamat, dilakukan ibadah dan selametan.

Penyerahan sarana adalah proses selanjutnya, yang mencakup memberikan perlindungan kepada mereka yang mengalami kesulitan atau membutuhkan diruwat.

Setelah itu, dilanjutkan dengan upacara potong rambut, melambangkan pemotongan dan pembuangan segala hal yang kotor.

Terakhir, ada tirakatan sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa ats perlindungannya.

Selain itu ada juga wayang yang bermakna kehidupan dan turut menjadi bagian dari prosesi ruwatan.

Dengan adanya upacara ruwatan, masyarakat Jawa yang ada di Solo berharap agar diri sendiri dan keluarga selalu terlindungi dari bahaya.

Warga Solo pun harus mengetahui upacara ruwatan ini agar senantiasa melestarikannya. (mg8/rei)

Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#tradisi #ruwatan #solo