SOLOBALAPAN.COM - Batik ceplok merupakan batik tertua yang pernah tercatat dalam kesenian batik Indonesia.
Dilansir dari situs rumahbatikbedjo.com, perkiraan munculnya motif batik ceplok yaitu di zaman Kerajaan Mataram, teoatnya di wilayah Yogyakarta.
Pada awalnya, motif batik ceplok terinspirasi dari hiasan dinding candi yang bercorak Hindu dan Budha dengan motifnya yang sakral dan mendalam.
Nama "Ceplok" merupakan kata Bahasa Jawa yang berarti sekuntum.
Penamaan tersebut dipakai untuk menjelaskan motif batik ini yang berupa satuan demi satuan.
Motifnya yang teratur dan seragam membuat batik ceplok menyimpan makna yang indah.
Secara artistik, batik ceplok menggambarkan keteraturan dan keseimbangan yang penting dalam menjalani kehidupan.
Makna tersebut melambangkan bahwa hidup yang tertata dan seimbang dianggap menjadi pangkal dari kebahagiaan, ketenangan, dan kerukunan.
Sedangkan, motif yang berulang dalam jumlah banyak diartikan sebagai suatu kumpulan.
Dalam filosofi Jawa disebut dengan grampol yang artinya berkumpulnya segala hal-hal baik.
Makna indah yang terkandung dalam batik ceplok merupakan bersatunya esensi nilai-nilai baik kehidupan.
Selain itu, makna tersebut juga diharapkan sampai ke para pemakainya supaya dapat diterapkan.
Batik ceplok memiliki beragam varian jenis dengan motif yang menarik di antaranya ceplok kawung, ceplok sriwedari, ceplok kesatrian, ceplok parang, dan ceplok truntum.
Lebih lanjut dari itu, motif batik ceplok jenis lain juga dapat dijumpai di flyover Purwosari Kota Solo.
Disana banyak ragam jenis motif batik ceplok lain seperti batik ceplok sekar kopi, batik ceplok gerompol 1 dan 2, batik ceplok gambir anom, batik ceplok wahyu ningrat, batik ceplok sawo beludru, dan motif batik lainnya. (mg4/nda)