Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Tari Luyung Jadi Tarian yang Eksis dan Popular di Klaten, Ternyata Gambarkan Proses Menenun

Nindia Aprilia • Jumat, 12 Januari 2024 | 22:13 WIB
Seorang yang sedang menarikan Tari Luyung
Seorang yang sedang menarikan Tari Luyung

SOLOBALAPAN.COM - Klaten selain terkenal dengan wisata yang hits, ternyata juga punya tarian khas yang popular hingga saat ini.

Salah satu tariannya yaitu Tari Luyung. Tarian ini sangat eksis dan popular di wilayah Kabupaten Klaten.

Dilansir dari laman kaltenkab.go.id, tari luyung jadi salah satu tari kreasi baru yang merupakan perpaduan kerajinan khas klaten yaitu lurik dan payunng.

Tari luyung ini diciptakan guna mengangkat potensi maupun identitas khas Kabupaten Klaten yang terkenal dengan potensi industrinya berupa payung dan lurik.

Tari ini pertama kali ditampilkan saat karnaval peringatan Hari Proklamasi Republik Indonesia ke-65, yakni tahun 2010.

Bahkan saat itu di sepanjang Jalan Pemuda, Klaten Tengah terdapat para penari yang menarikan Tari Luyung. Beberapa penarinya yaitu gabungan dari pelajar di Klaten.

Kain lurik yang dipakai untuk kostum tari ini adalah hasil industri kerajinan tenun tradisional yang berasal dari Kecamatan Pedan.

Kemudian untuk payung yang menjadi salah satu properti tari ini berasal dari industri tradisional di Kecamatan Juwiring.

Tari ini menggambarkan sekelompok remaja putri yang sedang belajar menenun kain. Hasil karya mereka berupa kain lurik yang indah.

Lalu, kain itu digunakan untuk membuat pakaian tradisional yang sangat menawan sambil bermain payung yang beraneka warna. Mereka memamerkan keindahan pakaian lurik tersebut kepada teman-temannya.

Gerakan tarian ini seperti gerak tari cara membuat kain lurik, contohnya Gerakan menenun, memintal benang, menjemur, hingga meliat dan juga menyimpan kain lurik.

Sedangkan pakaian yang dikenakan para penari berupa hiasan rambut, anting, kalung, kebaya lurik, kemben lurik, sabuk, dan juga rok lurik.

Sedangkan dilansir dari Penelitian oleh Forenita Imanuel D.C, dan Eko Wahyuni Rahayu. Tari Layung ini diciptakan oleh Tejo Sulistyo asal Klaten.

Dijelaskan bahwa tarian ini menggambarkan remaja putri yang sedang berlatih menenun dan memainkan payung hias.

Bentuk dan gaya tari ini menunjukkan etnisitas Klaten yang berupa nilai-nilai budaya, yakni sopan santun, beretika, kalem, tetapi juga pekerja keras akibat letak wilayah, kekayaan alam, juga potensi pariwisata dan industri yang melimpah, khususnya lurik pedan dan payung juwiring.

Tarian ini mempunyai makna simbolis, yakni berupa petuah, ajakan bekerja keras, serta mampu membedakan hal baik dan buruk.

Makna itu merupakan cerminan nilai-nilai budaya yang mengangkat lurik pedan dan payung juwiring sebagai produk unggulan daerah Klaten.

Itulah, informasi terkait Tari Luyung khas Klaten yang eksis dan popular hingga saat ini. Jika masih penasaran bagaimana tariannya, kamu bisa melihat langsung pertunjukkan tari ini di Klaten. (mg8/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#wisata #tradisional #tenun #klaten #Tari Luyung