Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Mengenal Unsur-Unsur Pewayangan, Dari Unsur Utama Hingga Unsur Peralatan

Nindia Aprilia • Minggu, 7 Januari 2024 | 00:00 WIB
Ilustrasi Wayang
Ilustrasi Wayang

SOLOBALAPAN.COM - Dalam pertunjukan wayang kulit, pastinya terdapat banyak peralatan yang terlibat di dalamnya, baik itu peralatan utama maupun yang bersifat penunjang.

Dilansir dari budaya.jogjaprov.go.id, beberapa peralatan utama yang digunakan dalam pertunjukan wayang kulit terdiri dari wayang, kotak, cempala tangan, cempala kali, keprak, kelir atau layar, debog atau batang pohon pisang, blencong atau pelita, dan gamelan.

Sedangkan dalam beberapa jurnal penelitian, unsur-unsur dalam pewayangan dibagi ke dalam dua jenis yaitu unsur utama dan unsur peralatan.

Unsur utama terbagi lagi ke dalam tiga jenis, di antaranya:

1. Dalang

Dalang merupakan tokoh utama dalam semua bentuk teater wayang. Dalang berperan sebagai pemain watak atau karakter, penatas pentas, musik, gending, penyanyi, pemimpin instrumen gamelan, sutradara, dan pemimpin sebuah grup wayang.

Selain itu, dalang harus bisa menirukan suara serta membacakan dialog semua tokoh wayang.

2. Niyaga atau Wiyaga

Niyaga atau Wiyaga dapat juga disebut pengrawit atau penabuh gamelan. Awalnya, Niyaga biasanya diperankan oleh kaum laki-laki namun seiring perkembangan zaman Niyaga juga diperankan oleh perempuan.

Peranan Niyaga adalah untuk membantu dalang dalam mengiringi pertunjukan wayang agar lebih hidup.

3. Waranggana

Waranggana biasanya diperankan oleh seorang perempuan.

Merujuk dari arti nama "Waranggana" yang berasal dari kata "Wara" dan "anggana". Wara merupakan sebutan untuk perempuan sedangkan anggana adalah sendiri.

Waranggana memiliki peran yang sangat penting karena ia bertugas untuk melantunkan tembang-tembang yang disesuaikan dengan jalan cerita dan lakon wayang.

Lebih dari itu, Waranggana juga berperan sebagai pengisi suasana agar lebih menarik.

Selain ketiga unsur utama di atas, dalam pertunjukan wayang kulit juga terdapat beberapa peralatan yang masuk ke dalam unsur peralatan.

Beberapa peralatan tersebut nantinya digunakan oleh Dalang dan Niyaga. Peralatan tersebut di antaranya:

1. Wayang Kulit

Wayang Kulit merupakan sebuah boneka gambar atau tiruan manusia yang terbuat dari kulit. Wayang digunakan untuk mempertunjukkan lakon dalam cerita.

2. Kothak

Kothak merupakan sebuah tempat yang digunakan untuk menyimpan Wayang Kulit. Kothak dibuat dengan kayu yang diukir sehingga nampak artistik.

3. Kelir

Dalam sebuah pertunjukan Wayang Kulit tentunya dibutuhkan layar berwarna putih yang berbentuk persegi panjang. Layar putih ini disebut dengan Kelir.

4. Blencong

Blencong merupakan sebuah lampu minyak yang memiliki tempat berbentuk burung. Blencong dipasang dengan kepala yang diposisikan menghadap Kelir.

Lampu ini terbuat dari logam perunggu dengan dibentuk seperti burung dan sayapnya yang mengepak serta ekornya terangkat ke atas. Sumbunya berupa benang kapas yang letaknya di bagian paruh.

5. Cempala

Cempala merupakan sebuah benda dengan bentuk ujungnya yang meruncing dan terdapat bulatan pada pangkalnya. Cempala berfungsi sebagai ketukan dimulainya episode dalam pertunjukan.

Cempala terbuat dari kayu keras dan penggunaannya dipegang di tangan kiri Dalang kemudian diketukkan pada bagian dalam kotak.

6. Keprak

Keprak memiliki fungsi yang sama dengan Cempala, hanya saja Keprak terbuat dari lempengan-lempengan logam besi atau perunggu dan biasanya memiliki jumlah sebanyak 3 lempengan.

7. Gamelan

Gamelan merupakan alat musik tradisional yang digunakan untuk mengiringi lakon cerita selama pertunjukan.

Dalam pertunjukan Wayang Kulit, terdapat beberapa peralatan Gamelan Jawa yang digunakan seperti Bonang, Kenong, Kempyang, Kethuk, Gong Suwuk, Gong Ageng, Saron, Gambang, Gender, Slenthem, Kendhang, Celempung, dan Siter.

Semua peralatan Gamelan tersebut dimainkan oleh Niyaga atau Wiyaga yang berjumlah sekitar 11-17 orang.

Selain itu, terdapat penyanyi perempuan yang lebih sering disebut dengan Sinden dan Koor atau Gerong yang dilakonkan oleh kaum laki-laki.

Itulah unsur-unsur yang terdapat dalam pewayangan. Kita sebagai masyarakat Indonesia tentunya harus melestarikan kesenian Wayang yang sekarang terkenal lebih luas.

Salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah dengan memahami ilmu-ilmu kebudayaan serta membagikannya. (mg4/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#Peralatan #pertunjukan #wayang