SOLOBALAPAN.COM - Kemben merupakan salah satu pakaian adat yang dikenakan oleh kaum perempuan. Pakaian adat satu ini biasanya digunakan pada salah satu prosesi pernikahan seperti siraman. Selain itu, kemben juga dapat dijadikan sebagai baju dalam sebelum mengenakan kebaya.
Dilansir dari Javanologi Uns, jenis kain yang digunakan pada kemben berupa kain jarik berbentuk persegi panjang, namun memiliki lebar yang lebih sempit dibandingkan kain jarik yang dipakai untuk tapih.
Kemben memiliki ukuran lebar 50 cm dan panjang kain 250 cm. Motif yang terdapat pada kemben adalah motif batik yang bermacam-macam rupanya.
Berdasarkan corak hiasannya, kemben memiliki tiga nama yaitu sindangan, blumbangan, dan byur.
Sindangan merupakan kemben dengan corak motif berpola wajik, sedangkan blumbangan adalah kemben dengan hiasan berbentuk persegi. Kedua jenis corak dari jenis kemben tersebut ditempatkan di tengah.
Sementara byur adalah kemben dengan corak yang menyeluruh.
Kain kemben berasal dari hasil tenun yang dibuat dari benang katun.
Pada zaman dahulu, kemben biasanya dikenakan oleh masyarakat biasa. Kala itu, mereka belum mampu untuk membeli kain dan dijadikan sebagai baju.
Selain itu, pada periode Jawa kuno dan Jawa klasik kemben juga sering digunakan kaum perempuan dalam kehidupan sehari-hari.
Kemben menjadi pakaian yang paling lazim digunakan sebelum adanya kebaya, konon kemben juga menjadi pengukur dalam kelas sosial pada kaum perempuan.
Hanya saja, kemben yang digunakan berbeda dengan kemben yang dikenakan di keraton.
Kemben yang dikenakan di keraton yaitu kemben Solo Basahan. Kemben Solo Basahan dianggap sebagai perwujudan keanggunan, estetika, dan ekspresi feminitas.
Saat ini, kemben masih sering digunakan sebagai kostum untuk menari khususnya tarian klasik. Pemakaian kemben pada masa sekarang lebih diutamakan untuk pakaian dalam.
Selain itu, kemben juga digunakan untuk membuat penampilan supaya lebih rapi serta dapat membentuk tubuh para kaum perempuan supaya tetap langsing dan indah. (mg4/nda)
Editor : Nindia Aprilia