SOLOBALAPAN.COM - Pewarnaan pada batik merupakan salah satu unsur penting dalam membuat karya seni batik agar makin cantik.
Dilansir dari surakarta.go.id, batik sendiri memiliki banyak jenis, baik dari motifnya dan jenis pembuatannya.
Dilihat dari jenis pembuatannya, terdapat tiga macam batik yaitu batik tulis, batik cap, dan batik print.
Ketiga macam batik tersebut sama-sama melalui proses pewarnaan. Bedanya, batik tulis dibuat dan diwarnai dengan menggambarkan langsung di atas kain menggunakan canting.
Sedangkan batik cap terdapat bantuan cap pada bagian pembuatan pola. Sementara batik print tidak menggunakan lilin pada pembuatan pola karena menggunakan teknik printing.
Bahan yang digunakan dalam proses pewarnaan pada batik terbagi menjadi dua jenis pewarna yaitu pewarna alami dan pewarna sintetis (buatan).
Saat ini para pengrajin batik mulai banyak yang menggunakan pewarna sintetis karena dianggap lebih praktis. Namun, pewarna sintetis dapat menimbulkan efek samping baik bagi tubuh maupun lingkungan.
Berdasarkan beberapa jurnal penelitian, zat-zat kimia yang terkandung pada pewarna sintetis dapat menyebabkan infeksi pada kulit. Selain itu, limbah dari pewarna sintetis juga dapat berbahaya bagi lingkungan serta makhluk hidup lain.
Maka dari itu, pewarna alami lebih baik digunakan dibandingkan dengan pewarna sintetis. Selain karena lebih ramah lingkungan, penggunaan pewarna alami pada batik juga merupakan upaya untuk mengangkat kembali penggunaan zat warna alam untuk tekstil.
Pewarna alami dapat diperoleh dari hasil ekstrak berbagai bagian tumbuhan seperti akar, kayu, daun, biji serta bunga.
Sebelum pewarna sintetis digunakan, para pengrajin batik telah banyak mengenal pewarna alami yang kemudian digunakan sebagai pewarna batik.
Beberapa contoh bahan-bahan alam yang dapat dijadikan sebagai pewarna alami pada batik di antaranya sebagai berikut:
1. Daun Teh
Selain dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat minuman, daun teh yang sudah tua dan biasanya berwarna kecoklatan juga dapat digunakan sebagai pewarna alami batik. Daun teh yang sudah diolah nantinya akan menghasilkan warna coklat.
2. Daun Tarum
Tarum merupakan salah satu tanaman yang termasuk dalam kategori polong-polongan. Tanaman ini memiliki bunga yang cantik berwarna ungu serta daunnya yang dapat diekstrak menjadi pewarna alami, daun tarum yang sudah diolah nantinya akan menghasilkan warna biru.
3. Kulit Pohon dan Daun Mangga
Selain menghasilkan buah yang segar untuk dimakan, bagian lain dari pohon mangga juga dapat digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat pewarna alami pada batik. Bagian tersebut yaitu kulit kayu serta daun pohon mangga, setelah diolah nantinya kulit kayu serta daun tersebut dapat menghasilkan warna hijau.
4. Akar Mengkudu
Sama halnya dengan mangga, bagian lain dari tanaman mengkudu juga dapat digunakan sebagai zat pewarna alami. Selain buahnya yang bermanfaat sebagai obat, akar dari tanaman mengkudu juga dapat menghasilkan warna merah dan digunakan sebagai pewarna alami pada batik.
5. Kunyit
Kunyit merupakan salah satu tanaman yang sering dijadikan bumbu masakan serta obat herbal. Selain itu, kunyit juga dapat digunakan sebagai pewarna alami. Umbi pada kunyit nantinya dapat menghasilkan warna kuning.
6. Bawang Merah
Selain kunyit, bumbu masak lain yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami adalah bawang merah. Bagian yang dapat diambil untuk dijadikan bahan dasar pewarna alami adalah kulit. Kulit bawang merah yang telah diolah nantinya akan menghasilkan warna jingga kecoklatan.
Nah, itulah beberapa contoh bahan-bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami pada batik. Yuk! mulai sekarang pedulikan lingkungan dengan meminimalisir penggunaan zat kimia. (mg4/nda)
Editor : Nindia Aprilia