Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Mengenal Tari Bondan, Tari Tradisional yang Memiliki Makna Kasih Sayang Seorang Ibu

Reinaldo Suryo Negoro • Rabu, 3 Januari 2024 | 00:11 WIB
Tari bondan (DOK. PEMERINTAH KOTA SURAKARTA)
Tari bondan (DOK. PEMERINTAH KOTA SURAKARTA)

SOLOBALAPAN.COM - Kota Surakarta terkenal kaya akan berbagai jenis tarian tradisional. Tari bondan menjadi salah satu dari tarian tersebut.

Tarian ini termasuk dalam jenis tari klasik yang telah dibawakan sejak zaman Kerajaan Majapahit.

Dilansir dari pariwisatasolo.surakarta.go.id, dulunya tari bondan wajib dipentaskan oleh sekelompok kembang desa di Kerajaan Mataram Lama.

Tarian tersebut merupakan tanda untuk menunjukkan jati diri seorang perempuan Jawa yang cantik, lemah lembut, anggun, dan memiliki jiwa keibuan.

Gerakan-gerakan dalam tari bondan memiliki filosofi yaitu menggambarkan kasih sayang seorang ibu yang merawat dan mendidik anaknya tanpa pamrih dalam keadaan apapun bahkan sampai anaknya meninggal dunia.

Tarian ini dibawakan oleh para perempuan dengan tambahan properti seperti boneka bayi, payung kertas, dan kendi.

Penggunaan properti tersebut bertujuan agar pesan yang disampaikan dari tari bondan lebih mudah diterima oleh penonton.

Para penari diperlukan memiliki keluwesan terutama dalam menari di atas kendi.

Lebih dari itu, para penari juga harus memiliki keseimbangan yang baik karena ketika sedang menari di atas kendi, kendi tidak boleh sampai pecah.

Tarian yang dibawakan di atas kendi tersebut memiliki makna bahwa seorang ibu merawat dan mendidik anaknya dengan penuh perhatian.

Terdapat tiga macam gerak dengan makna yang berbeda dalam tari bondan, yaitu tari bondan cindogo, tari bondan mardiswi, dan tari bondan pegunungan atau tari bondan tani.

Tiga jenis dari tari bondan tersebut tentunya memiliki nilai filosofisnya tersendiri.

Tari bondan cindago mengandung makna akan sebuah bentuk rasa cinta sosok Ibu kepada anaknya yang telah meninggal dunia.

Tarian ini dapat dikatakan lebih memiliki nuansa sedih dibandingkan dengan tari bondan jenis lainnya.

Sementara itu, tari bondan mardiswi bertolak belakang dengan tari bondan cindago.

Tari bondan mardiswi dibawakan dengan perasaan riang gembira, makna yang disampaikan dalam tarian ini adalah kegembiraan serta kebahagiaan seorang ibu karena baru melahirkan dan dikaruniai seorang anak.

Sedangkan untuk tari bondan pegunungan atau bondan tani menceritakan tentang peran seorang ibu dalam kehidupan berumah tangga seperti mengurus dan merawat anaknya hingga membantu suaminya yang bekerja di sawah.

Dalam tari bondan pegunungan, penari akan mengenakan pakaian layaknya seperti seorang petani ditambah dengan perlengkapannya supaya lebih menjiwai.

Sedangkan dalam pengiringannya, tari bondan sendiri diiringi dengan musik gamelan serta gending yang halus.

Contoh gending yang dimainkan adalah gending ayak-ayakan dan ladrang ginonjing.

Tarian ini termasuk dalam tari tradisional yang harus dilestarikan karena memiliki filosofi yang mendalam. (mg4/rei)

Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#kasih sayang ibu #makna #tari bondan