SOLOBALAPAN.COM - Kain "Jarik" sangat populer bagi masyarakat jawa. Kain ini merupakan kain berbentuk panjang dengam motif batik dan memiliki berbagai corak.
Dilansir dari Javanologi Uns, Kata jarik dalam bahasa jawa memiliki makna yang cukup unik, yaitu "Aja Gampang Sirik".
Dalam bahasa indonesia dapat diartikan sebagai perintah untuk tidak boleh iri hati terhadap siapapun. Tentunya makna ini menjadi harapan baik bagi yang mengenakan kain jarik. Nah ada beberapa fungsi kain jarik yang kerap dgunakan oleh orang Jawa diantaranya:
!. Untuk Pakaian
Pada umumnya, kain jarik digunakan oleh perempuan untuk bawahan atau rok yang dililitkan ke pingang.
Dengan begitu, otomatis perempuan akan berperilaku anggun dan lemah lembut. Hal ini dikarenakan saat menggunakan Jarik sebagai rok, akan membuat gerak menjadi sempit.
Maka dari itu perempuan yang mengenakan jarik akan terkesan memiliki sifat yang lemah lembut.
2. Gendong Bayi
Orang jawa kerap menjadikan jarik sebagai alat untuk menggendong bayi. Jauh sebelum adanya gendongan bayi modern, jarik sudah digunakan oleh orang jawa untuk menggendong bayi.
Biasanya, orang jawa juga membawa jarik sebagai salah satu peralatan bayi. Selain untuk gendongan juga digunakan untuk selimut atau alas tidur bayi.
3. Penutup Orang Meninggal
Jarik menjadi salah satu kain yang dikenakan untuk menutup jenazah. Hal ini sudah umum dilakukan, mulai dari sebelum dimandikan dan saat dimandikan, jarik tetap digunakan sebagai penutup jenazah.
4. Pakaian Upacara Adat
Upacara adat yang kerap menggenakan jarik untuk pakaiannya adalah dalam acara siraman manten atau sebelum pernikahan berlangsung. Jarik akan dijadikan kemben yang kemudian ditutup dengan rangkaian bunga melati.
Selain itu jarik juga digunakan untuk pakaian saat acara tingkeban. Jarik dikenakan sebagai kemben saat prosesi memandikan ibu hamil.
Itu tadi merupakan beberapa fungsi jarik yang masih digunakan oleh masyarakat jawa hingga sekarang. Selain itu jarik harus tetap dilestarikan sebagai warisan budaya jawa. (nda)
Editor : Nindia Aprilia