Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Mau Nikah Pakai Adat Solo? Ketahui Dulu 14 Prosesi Pernikahan Lengkapnya

Nindia Aprilia • Rabu, 27 Desember 2023 | 18:21 WIB
Pernikahan Gibran dan Selvi Menggunakan Adat Solo
Pernikahan Gibran dan Selvi Menggunakan Adat Solo

SOLOBALAPAN.COM - Adat pernikahan di Kota Solo masih kental dengan beragam macam tradisi. Adat tersebut turun-temurun dan masih dilestarikan hingga saat ini.

Jika ingin menggunakan adat Solo dalam upacara pernikahan, pastikan kamu tahu apa saja rangkaian acara yang harus dilaksanakan dan apa saja hal penting yang harus dipersiapkan.

Dilansir dari website pemerintah Kota Surakarta dan wikipedia, prosesi pernikahan menggunakan adat Solo terbagi menjadi 14 rangkaian acara. Rangkaian acara tersebut diantaranya:

1. Ijab Kabul

Ijab Kabul yaitu acara pengesahan pemihakan sesuai agama pasangan pengantin. Acara ini disaksikan oleh petugas catatan sipil yang akan mencatat pernikahan mereka di catatan pemerintah.

2. Panggih

Panggih merupakan awal dari acara resepsi, pada upacara ini kembar mayang akan dibawa keluar rumah dan diletakkan di persimpangan dekat rumah. Upacara ini bertujuan untuk mengusir roh jahat.

Kembar mayang adalah rangkaian daun pohon kelapa yang ditancapkan ke sebatang tanggul kelapa.

Setelah itu pengantin laki-laki akan menjemput pengantin perempuan dengan diapit kedua orang tuanya dan begitupun dengan pengantin perempuan.

Namun bedanya, didepan pengantin perempuan akan ada dua anak perempuan dan laki-laki yang akan membawa kembar mayang.

3. Balang Suruh

Ritual ini dilakukan ketika jarak pengantin laki-laki dan perempuan sejauh tiga meter dan kemudian mereka saling melempar. Yang dilempar merupakan tujuh bungkusan berisi daun sirih dan jeruk, kemudian ditali dengan benang berwarna putih.

4. Mecah Wiji Dadi

Pada ritual ini, pengantin laki-laki menginjakkan kaki kanannya ke telur ayam hingga pecah. Kemudian, pengantin perempuan akan membasuh kaki tersebut dengan air bunga.

5. Pupuk

Setelah mecah wiji, terdapat ritual pupuk. Pupuk merupakan ritual dimana Ibu dari pengantin perempuan mengusap pengantin laki-laki. Hal ini sebagai tanda ikhlas dalam penerimaan dirinya sebagai bagian dari keluarga.

6. Sindur Pinayung

Dalam ritual ini, Ayah dari pengantin perempuan menuntun pasangan pengantin ke kursi pelaminan. Kemudian, Ibu pengantin perempuan menyampirkan kain sindur sebagai tanda bahwa sang Ayah menunjukkan jalan menuju kebahagiaan dan sang Ibu memberikan dukungan moral.

7. Timbang

Pada ritual Timbang atau Pangkon, pasangan pengantin duduk di pangkuan Ayah dari pengantin perempuan. Kemudian, sang Ayah akan berkata bahwa berat mereka sama, hal tersebut berarti cinta mereka sama-sama kuat serta kasih sayang orang tua terhadap anak dan menantu sama besarnya.

8. Tanem

Tanem merupakan ritual dimana Ayah dari pengantin perempuan mendudukkan pasangan pengantin di kursi pengantin sebagai tanda bahwa pernikahan mereka mendapat restu darinya.

9. Tukar Kalpika

Baca Juga: Dijadikan Pusaka Utama Kirab, Ternyata Kerbau Bule Kiai Slamet Dipercaya Sebagai Hewan Keramat

Ritual Tukar Kalpika adalah prosesi dimana pengantin laki-laki dan perempuan sama-sama meninggalkan kamarnya dengan diapit oleh anggota keluarga masing-masing. Ritual ini pada akhirnya akan menemukan keduanya.

Kemudian, pasangan pengantin duduk di meja dengan wakil dari masing-masing keluarga. Ritual ini diakhiri dengan saling tukar cincin sebagai tanda cinta.

10. Kacar Kucur (tampa kaya)

Ritual ini dilakukan dengan bantuan juru rias, pasangan pengantin berjalan dan saling memegang jari kelingking ke tempat prosesi kacar kucur dilakukan.

Pengantin laki-laki akan menuangkan kacang kedelai, kacang tanah, beras, jagung, beras ketan, bunga dan uang logam dengan jumlah genap ke pangkuan pengantin perempuan. Ini menjadi simbol pemberian nafkah.

Kemudian, pengantin perempuan menerima hadiah tersebut dengan dibungkus kain putih yang terdapat di pangkuannya. Ini menjadi simbol istri yang baik dan peduli.

11. Dahar Kembul (dahar walimah)

Baca Juga: Sudah Berjaya Sejak Dulu, Kini Kethoprak Masih Jadi Tontonan Favorit Warga Solo

Setelah ritual kacar kucur, selanjutnya adalah ritual dahar kembul atau dahar walimah. Dahar kembul dilakukan oleh pasangan pengantin dengan saling menyuapi satu sama lain.

Juru rias akan memberikan sebuah piring kepada pengantin perempuan yang berisi nasi kuning, telur goreng, kedelai, tempe, abon, dan hati ayam.

Setelahnya pengantin pria membuat tiga bulatan nasi dengan tangan kanan dan menyuapkannya ke mulut pengantin perempuan. Ritual ini juga dilakukan sebaliknya oleh pengantin perempuan kepada pengantin laki-laki.

12. Mertui

Pada ritual mertui, orang tua pengantin perempuan menjemput orang tua pengantin laki-laki di depan rumah untuk berjalan bersama menuju tempat upacara. Diawali oleh kedua Ibu dan diikuti oleh Ayah di belakangnya.

13. Sungkeman

Pada ritual sungkeman, pasangan pengantin bersujud memohon restu dari masing-masing orang tua.

14. Resepsi

Setelah keseluruhan dari rangkaian ritual dilakukan, acara terakhir dari prosesi pernikahan yaitu resepsi. Para tamu diperbolehkan makan dan minum dengan ditemani tari tradisional Jawa dan musik gamelan.

Nah, itu tadi merupakan 14 prosesi pernikahan yang harus kamu tahu sebelum menggunakan adat Solo. Tentunya menggunakan adat solo adalah salah satu cara untuk melestarikan warisan budaya. (mg4/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#adat solo #Prosesi #pernikahan