SOLOBALAPAN.COM - Saat pertama kali datang dan tiba di Stasiun Solo Balapan, pasti pengunjung disambut dengan lagu berjudul "Bengawan Solo".
Dilansir dari Wikipedia, Lagu ini merupakan yang paling khas dari Stasiun Solo Balapan. Lagu keroncong "Bengawan Solo" ditulis oleh Gesang yang kemudian diaransemen ulang oleh youtuber keroncong Ardhieswala Music.
Lagu "Bengawan Solo" ini juga akan diputar setiap ada kedatangan kereta api. Sehingga vibes Solo sangat terasa saat turun dari Stasiun Solo Balapan.
Mulanya lagu "Bengawan Solo" merupakan lagu yang menceritakan tentang aliran sungai bengawan solo. Lagu ini sudah diciptakan sejak tahun 1940 dan diciptakan saat Gesang berusia 23 tahun.
Meskipun sudah lama, lagu ini tetap familiar di telinga orang Solo. Apalagi yang kerap kali mengunjungi stasiun Solo Balapan.
Berikut ini merupakan lirik lagu "Bengawan Solo" yang menjadi musik khas di Stasiun Solo Balapan.
Bengawan Solo
Riwayatmu ini
Sedari dulu jadi
Perhatian insani
Musim kemarau
Tak seberapa airmu
Di musim hujan air
Meluap sampai jauh
Mata airmu dari Solo
Terkurung gunung seribu
Air mengalir sampai jauh
Dan akhirnya ke laut
Itu perahu
Riwayatnya dulu
Kaum pedagang selalu
Naik itu perahu
Musim kemarau
Tak seberapa airmu
Di musim hujan air
Meluap sampai jauh
Mata airmu dari Solo
Terkurung gunung seribu
Air mengalir sampai jauh
Dan akhirnya ke laut
Itu perahu
Riwayatnya dulu
Kaum pedagang selalu
Naik itu perahu
Makna yang terkandung dalam lagu "Bengawan Solo" merupakan terkait cerminan kehidupan. Dalam lagu ini mengibaratkan perjalanan manusia yang akan menuju muaranya yaitu Tuhan Yang Maha Esa.
Sungai Bengawan Solo juga memberikan sumber kehidupan dan banyak manfaat lain bagi manusia.
Maknanya yang mendalam membuat lagu ini tetap populer hingga saat ini. Dan Stasiun Solo Balapan berhasil membuat lagu keroncong satu ini jadi lagu khas disana. (nda)