Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Sudah Berjaya Sejak Dulu, Kini Kethoprak Masih Jadi Tontonan Favorit Warga Solo

Nindia Aprilia • Sabtu, 23 Desember 2023 | 20:32 WIB
Kethoprak Balekambang yang masih diadakan sampai sekarang
Kethoprak Balekambang yang masih diadakan sampai sekarang

SOLOBALAPAN.COM - Kethoprak merupakan salah satu jenis kesenian daerah berupa pertunjukan yang berasal dari musik kothekan lesung. Kethoprak merupakan salah satu kesenian yang masih disukai oleh masyarakat Solo.

Kethoprak akan dimainkan oleh para petani perempuan pedesaan untuk ritual keluarga atau desa.

Para petani memukul lesung atau alat penumbuk padi sehingga menghasilkan nada-nada tertentu dan terdengar alami. Iringan musik tersebut kemudian digunakan sebagai pembuka, saat pergantian adegan, dan penutup pertunjukan.

Pertunjukan Kethoprak berupa wayang orang yang berasal dari Kota Solo. Dulunya, Kethoprak merupakan kesenian rakyat yang populer di masyarakat Solo.

Dikutip dari buku “Menjadi Jawa” karya Rustopo, Kethoprak diciptakan pada awal abad ke-20 oleh Kanjeng Raden Mas Tumenggung Wreksadiningrat, beliau adalah seorang abdi dalem kepatihan di Surakarta.

Pada tahun 1909, Kethoprak ditampilkan pertama kali dalam perayaan pesta perkawinan agung antara Gusti Bendara Raden Ayu Adipati Retna Puwasa (putri Pakubuwana X) dengan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Pakualam VII.

Kemudian sekitar tahun 1920-an, pertunjukan Kethoprak sudah mulai berkembang di luar Keraton.

Seiring berjalannya waktu yaitu dalam tempo 5 tahun, ditemukanlah rombongan Kethoprak dari Surakarta yang bernama Kridha Madya Utama.

Mereka mengadakan pentas di Demangan Yogyakarta dan di pasar malam Klaten. Mereka menampilkan Kethoprak di lapangan dengan memungut bayaran kepada para penonton.

Sekitar tahun 1927, pertunjukan Kethoprak sudah mulai diiringi dengan gamelan. Satu tahun setelahnya, majalah Pustaka Jawi melaporkan bahwa terdapat 300 perkumpulan Kethoprak yang aktif di daerah Yogyakarta.

Pada 1930-an, Kethoprak telah mengental menjadi sebuah bentuk kesenian yang mantap ditambah dengan iringan dan cerita yang lebih rumit.

Dilansir dari surakarta.go.id, kesenian Kethoprak muncul dari adaptasi berbagai kebiasaan masyarakat dalam memainkan alat musik, bernyanyi, dan menari. Kemudian dari kebiasaan tersebut diolah menjadi sebuah pertunjukan hiburan yang dimainkan oleh seniman.

Kethoprak menjadi wadah bagi seniman lokal untuk mengekspresikan bakat mereka.

Salah satu daya tarik dari Kethoprak adalah keterlibatan nilai-nilai moral, pendidikan, sosial-kultural, dan keindahan.

Selain itu, melalui pertunjukan Kethoprak para seniman juga berusaha untuk menyampaikan pesan-pesan nasihat yang tersirat dalam cerita yang dibawakan. Hal Ini yang membuat kesenian Kethoprak menjadi begitu berharga dan relevan dalam konteks kontemporer.

Namun, tidak hanya nilai-nilai budaya yang membuat salah satu kesenian daerah ini begitu istimewa. Cerita-cerita yang ditampilkan dalam pertunjukan selalu menghadirkan hiburan yang seru dan menegangkan, sehingga membuatnya menjadi salah satu hiburan favorit bagi masyarakat Kota Solo.

Hingga hari ini, kesenian Kethoprak masih terus memainkan peran penting dalam pemeliharaan tradisi Jawa yang kaya. Kethoprak menjadi penjaga sekaligus pembawa tradisi lama ke zaman modern. (mg4/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#kethoprak #tontonan #kesenian #solo