SOLOBALAPAN.COM - Tari Bedhaya Tolu merupakan salah satu tarian yang dipergunakan untuk persembahan kepada orang yang dianggap berjasa. Maksud berjasa yaitu yang telah ikut melestarikan dan juga mengembangkan kebudayaan jawa.
Menurut sejarahnya yaitu yang tertulis dalam buku "jawa sejati", tarian ini dipentaskan pertama kali dalam 3 pagelaran guna mengantarkan masa pensiun Julius Tahija.
Saat itu koreografinya digarap oleh A. Tasman dan karawitannya digarap oleh Martopangrawit. Pagelaran pertamanya sendiri yaitu pada tahun 1977 di sasanamulya atau kampus ASKI Surakarta.
Tari Bedhaya Tolu dikerjakan berdasarkan simbol-simbol pawukon. Dari namanya sendiri ternyata memiliki makna tolu yaitu nama wuku kelahiran Julius Tahija.
Menurut Gotik Swan orang dengan kelahiran wuku tersebut memiliki karakter ggaah, dan kesatria seperti tokoh perwayangan bima. Kemudian wuku tolu dilambangkan dengan bambang tolu yang berarti kesuburan.
Beberapa simbol tersebut kemudian dibuat gending bedhaya tolu oleh Martopangrawit. Berikut merupakan lirik dan arti dari gending bedhaya tolu:
Wuku tolu kang winarna
(orang yang lahir dalam wuku tolu)
Dewa bayu kukuh teguh kang budi
(memiliki keteguhan hati seperti Dewa Bayu)
Datan andarbeni banyu amintir pikirira
(tidak memiliki air pertanda prihatin)
Uwitira ingaranan walikukun
(pohonnya walikukun)
Prajurit kangginakena tanpa geter nora gigrik
(prajurit yang menggunakannya tidak takut atau gentar)
Peksi nira baranjangan
(burungnya branjangan)
Cukat tangkas angudhari kang rumit
(menandakan cepat dan cerdas dalam mencegah masalah)
Gedong aneng ngajengipun ngatonaken kadonyan
(gedung didepan menandakan berharta)
Murah ati umbul-umbul aneng pungkur
Baca Juga: Guna Mengimplementasikan Luaran Riset, SMK Marsudirini Marganingsih Solo Gelar Pertunjukan Wayang
(umbul-umbul dibelakang nebabdakan murah hati)
Mbesuke bakal kalakyan gesang tentrem seneng ati
(kelak akan hidup senang dan tentram)
Ingkang asma julius tahija
(orang yang bernama Julius Tahija)
Nyata darbe tanda Sri Kabdaya
(penerima bintang Sri Kabadya)
Pangkat yoga
(kelas satu)
Darbe tanda branjangan
(punya tanda burung pranjangan)
Mbul-umbul wuri
(umbul-umbul dibelakang)
Wuku tolu walikukun
(wuku tolu, pohon walikukun)
Dewa bayu
(dewa bayu)
Gedong ngarsi branjangan mbul-umbul wuri
(gedung di depan, burung branjangan, umbul-umbul dibelakang)
Itu tadi merupakan penjelasan singkat terkait tari bedhaya tolu yang dibuat khusus untuk mengantarkan pensiunnya Julius Tahija. Makna mendalam dalam gendingnya juga dibuat khusu untuk menghormati beliau. (nda)