Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Lestarikan Warisan Budaya Jawa Dengan Pameran Keris, Ternyata Usianya Capai 700 Tahun

Ragil Listiyo • Kamis, 14 Desember 2023 | 16:54 WIB
EDUKASI: Pameran keris oleh tiga kolektor di Museum R. Hamong Wardoyo, Boyolali, kemarin (13/12).
EDUKASI: Pameran keris oleh tiga kolektor di Museum R. Hamong Wardoyo, Boyolali, kemarin (13/12).

 

SOLOBALAPAN.COM – Pameran keris di Boyolali mulai dilakukan pada 13 Desember 2023. Dalam penyelenggaraan pameran ini dihadiri oleh 3 kolektor yang memamerkan keris-kerisnya. Usia keris tersebut ada yang sampai ratusan tahun.

Pameran keris ini menampilkan keris dari peninggalan Majapahit dan bahkan juga ada dari peninggalan Kasunanan Surakarta. 

Lokasi penyelenggaraan pameran ini yaitu di Museum R. Hamong Wardoyo, Kota Boyolali. Salah seorang kolektor sekaligus perajin keris asal Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo, Kuntadi Wasi Darmojo menunjukan salah satu keris peninggalan masa Majapahit.

Keris dari Tuban yang merupakan tanah kamardikan Kerajaan Majapahit ini memiliki ciri khas pipih tanpa motif kelok.

Keris itu biasa disebut jenis karya keris tangguh. Menurutnya, pembuat keris mempertimbangkan soal keseimbangan. Dia lantas membuat keris itu berdiri dengan alas deder keris. Dalam hitungan detik, keris itu bisa berdiri.

”Ini bukan karena mistis, ini hanya butuh konsentrasi. Ini karena kehebatan empu pembuat keris, keseimbangan, kesempurnaan,” terang dia.

Dia menjelaskan, keris-keris yang dipamerkan memiliki nilai seni yang tinggi. Seperti keris masa Majapahit, Mataran maupun khas Pakubuwana X.

Keris-keris itu biasanya digunakan untuk ageman. Dia menyontohkan, seperti seorang senopati yang membawa keris akan menunjukan keberianian dan patriotik. Di sisi lain, pembuatan keris juga mengandung keseimbangan dan kemampuan tinggi empu pembuat keris.

Kuntadi menilai kegiatan pameran keris ini menjadi momentum mengajak semua elemen untuk menghargai warisan budaya yang sudah ditetapkan Unesco.

Sekaligus menjadi ajang melek budaya. Tak hanya itu, kegiatan ini bisa menjadi pijakan awal untuk memetakan para kolektor keris di Boyolali. Karena baru tiga kolektor saja yang bergabung dalam kegiatan ini.

Kolektor keris Boyolali, Yosep Kustono memamerkan puluhan kerisnya. Salah satunya keris tangguh dengan selut robyong. Keris pipih dengan bentuk yang tidak terlalu lebar ini diperkirakan berusian 700 tahun. Karena merupakan peninggalan masa Majapahit atau abad 14 Masehi.

”Keris Tangguh dengan pamor tilamsari pamor ceprit, perabotnya ini warongko gayaman Surakarta. Perkiraannya memang dari masa 1.300-an masehi. Ditarik ke sini usianya sudah 700 tahun lebih. Saya memang suka blusukan ke piyayi (Masyarakat) desa. Justru koleksi saya dari orang-orang desa yang dulu diwariskan, tapi tidak bisa merawat. Akhirnya saya merawatnya,” terangnya.

Keris merupakan salah satu warisan budaya yang harus dipertahankan. Keris harus tetap dijaga agar kelak generasi selanjutnya masih bisa melihat warisan budaya jawa. (rgl/adi/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#boyolali #pameran #soloraya #warisan budaya #keris