SOLOBALAPAN.COM - Go Tik Swan merupakan salah satu tokoh yang berperan dalam perkembangan kebudayaan Jawa termasuk batik. Tidak hanya batik, Go Tik Swan juga muncul sebagai pelestari keris, dan juga benda purbakala.
Dilansir dri buku Menjadi Jawa, Orang-Orang Tionghoa dan Kebudayaan karya Rustopo, Dalam sejarahnya, sejak kecil Go tik Swan ikut neneknya yaitu Tjan Khay Sing, raja batik kota Surakarta yang memiliki tiga pusat pembatikan.
Gotik Swan dari kecil memang sudah menyukai dunia kebudayaan termasuk juga batik. Pada tahun 1953 Go Tik Swan kulah di Universitas Indonesia dengan mengambil jurusan sastra dan bahasa jawa.
Pada tahun 1955, Go tik Swan bersama mahasiswa lain melakukan pementasan tarian jawa di istana presiden dalam rangka dies natalis UI.
Setelah melakukan pementasan itu, muncullah kedekatan antara Go Tik Swan dan juga Bung Karno. Kedekatan mereka makin intens dan Go Tik Swan menjadi abdi Bung Karno.
Suatu ketika Bung Karno meminta agar Go Tik Swan membuat batik namun bukanlah batik Solo atau Yogya, bukan Pekalongan, Cirebon, Lasem, atau Lainnya.
Lantas Go Tik swan terfikir untuk membuat batik bernama "Batik Indonesia", batik tersebut kemudian dibuat oleh Go Tik Swan dan mendapatkan legitimasi dari Bung Karno.
Batik ini umumnya merupakan batik dengan gaya klasik kraton dan juga pesisir utara Jawa Tengah.
Go Tik Swan lalu mengembangkan "Batik Indonesia" dengan pola yang lama namun pewarnaan yang berbeda dengan menambahkan warna nerah darah, erah jambu, hjau, dan kuning. Batik tersebut juga memliki makna mendalam dan akan dijelaskan berikut ini.
Sawunggaling merupakan salah satu tokoh heroik dalam cerita rakyat Jawa Timur. Tokoh ini menjadi salah satu pejuang di masa Belanda. Dalam batik ini memperlihatkan pertarungan dua ayam jantan. Batik karya Go Tik Swan ini memiliki warna camuran soga dan merah darah dengan latar berwarna hitam.
Batik Rengga Puspita memiliki arti hiasan bunga, selain bunga-bunga batik ini juga terdapat sayap burung dan kumbang juga hiasan segiempat diatas latar berwarna hitam atau putih. Pada dasarnya unsur yang dikenakan dalam motif ini sama dengan batik Rengga Puspita untuk versi klasiknya, yang paling berbeda hanyalah pada warna dasar kainnya yaitu merah.
Batik Kembang Bangah merupakan salah satu batik yang diciptakan oleh Go Tik Swan sebagai salah satu protes kepada pemerintah. Protes tersebut terkait pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat jelata, melainkan berpihak pada kapitalis.
Bentuk dari motif batik ini adalah pengulangan dar motif stilasi bunga bangah dalam bentuk belah ketupat. Belah ketupat sendiri merupakan lambang keselamatan . Bunga bangah dijauhi oleh basyarakat karena baunya seperti bangkai.
Maka dari itu Gotik Swan mengibaratkan keadaan pemerintah yang bagakan kubangan kotoran dan baunya menyerupai bau bangkai.
karya batik Go Tik Swan memang terbilang banyak, namun Go Tik Swan tetap konsisten dengan konsep nunggak seni yang dijadikan dasar penciptaanya. (nda)
Editor : Nindia Aprilia