SOLOBALAPAN.COM - Bunga melati merupakan salah satu bunya yang memiliki aroma wangi, bunga ini dipercaya memiliki aura mistis. Oleh karena itu bunga melati sering dikaitkan dengan hal-hal horor.
Namun dalam pengantin jawa, bunga melati sering digunakan sebagai hiasan yang akan mempercantik pengantin. Baik pengantin pria ataupun wanita biasanya menggunakan riasan dengan roncean bunga melati.
Tentunya dipakainya bunga melati ini menjadi pertanyaan bagi sebagian orang, mengapa pengantin jawa pakai melati? dan apa mitos dibaliknya?
Meskipun aromanya yang mistis, namun bunga melati ini memiliki makna kesucian, cinta abadi dan keanggunan, oleh karena itu bunga ini dijadikan hiasan pada pengantin sebagai bentuk kesucian pengantin dalam pernikahan.
Menurut Repository Universitas Negeri Jember, terkuak beberapa mitos pemakaian bunga melati bagi pengantin yaitu "Mitos untuk mengambil bunga melati pengantin agar cepat dapet jodoh".
Mitos tersebut sudah menjadi rahasia umum, bahkan MUA pernikahan kerap membagikan cerita terkait bunga melati pengantin yang sudah hilang bagian ujungnya padahal pengantin belum melakukan foto dan sesi resepsi.
Tentunya hal itu membuat keindahan bunga pengantin menjadi berkurang. selain itu juga ada mitos mengenai "Layunya Bunga melati brarti penganti sudah tidak gadis".
kepercayaan ini masih melekat pada masyarakat Jawa, mereka masih menganggap hal itu memang sesuatu yang benar. Padahal bunga melati bisa layu karena suhu ruangan yang panas atau bahkan karena ter oksidasi oleh udara.
Selain itu "barang siapa yang menggunakan wewangian seperti bunga melati maka akan diikuti oleh jin"
Ada mitos juga yang mengatakan bahwa "Seorang istri yang menaruh melati pada kasur, maka suaminya akan direbut oleh orang lain"
Mitos tersebut telah beredar di masyarakat dan dipercaya. Namun kembali lagi semua hal yang mengajarkan kebaikan bisa dilanjutkan namun jika tidak bisa dihargai sebagai warisan budaya di jawa. (nda)
Editor : Nindia Aprilia