SOLOBALAPAN.COM – Luar angkasa dan Bumi adalah subjek yang tak pernah habis dibahas dalam sains. Tak banyak yang tahu, bahwa waktu dan ruang itu sendiri adalah misteri.
Pasalnya, waktu dan ruang memiliki jalur yang tetap namun ada kalanya, mereka bersinggungan.
Sejarah Singkat Teori Dunia Paralel
Hugh Everet III merupakan fisikawan asal Amerika yang menjadi ilmuwan di Universitas Princeton. Pada tahun 1957, Hugh mengemukakan teorinya mengenai interpretasi banyak-dunia.
Interpretasi banyak-dunia menyiratkan bahwa besar kemungkinan untuk terdapat alam semesta yang tak terhingga jumlahnya.
Ini adalah salah satu dari sejumlah hipotesis multisemesta dalam fisika dan filsafat. Interpretasi ini memandang waktu sebagai pohon yang bercabang banyak, di mana setiap kemungkinan hasil kuantum diwujudkan.
Hasil dari Peneliti
Dilansir dalam laman detikedu, dalam teori kuantum kemungkinan terjadinya multi partikel sangatlah kecil. Namun tampaknya, manusia hanya mengobservasi pada satu kemungkinan saja.
Namun, penggemar teori ini banyak berpendapat bahwa ketika satu kejadian tengah diamati, maka terdapat posibilitas atau kemungkinan bahwa terjadinya kejadian lain dengan orang yang sama akan selalu ada.
Ini berarti, dunia paralel merupakan dunia yang "berbeda cabang" dari apa yang terjadi pada dunia ini. Satu-satunya hal yang menyeramkan dari teori ini adalah, bila dunia paralel itu ada, kita tidak bisa mengetahui apakah diri kita yang berada di sana masih dalam keadaan hidup sama seperti kita ataukah sudah membusuk di tanah.
Dikutip dari laman yang sama, ada salah satu teori terbaru dari para ilmuwan Perimeter Institute for Theoretical Physics Waterloo yang menambahkan, semesta sebelum terjadinya Big Bang sebetulnya dalam beberapa hal adalah gambaran dari semesta setelah terjadinya Big Bang.
Teori yang Mendukung Dunia Paralel
Dunia paralel dan keberadaannya yang misteri ini melahirkan teori-teori lainnya yang tak kalah gilanya. Berikut merupakan beberapa teori yang mendukung adanya dunia paralel.
1. Gelembung Dunia
Teori ini pertama kali dikemukakan oleh seorang kosmolog bernama Alexander Vilenkin dari Universitas Tufts. Dalam teori ini, hukum fisika milik dunia lain sangatlah berbeda di dunia saat ini. Adapun teori ini dikaitkan dengan bentuk alam semesta kita saat ini yang berbentuk gelembung dengan ribuan galaksi di dalamnya.
2. Dunia Tak Terhingga
Basis dari teori ini adalah jumlah partikel yang terbatas. Jika ruang dan waktu dapat bertahan selamanya, maka ruang dan waktu yang ada pada alam semesta itu akan terulang kembali karena jumlah partikel yang terbatas tadi.
3. Dunia Matematis
Dikutip dari laman Media Indonesia, teori ini mencatat bahwa ada struktur matematika yang dapat berubah tergantung di mana seseorang berada. Teori dunia matematis dikemukakan pada 2012 oleh Max Tegmark dari Massachusetts Institute of Technology
Teori ini masih akan selalu diteliti seiring dengan kemajuan teknologi. Dalam hal ini, bukan tidak mungkin bagi kita untuk menjumpai diri kita di dunia yang berlainan dengan dunia kita saat ini. (mg1/dam)
Editor : Damianus Bram