SOLOBALAPAN.COM - Gelaran MotoGP biasanya identik dengan kecepatan motor, persaingan pembalap, dan riuhnya penonton di sirkuit. Namun, di Mandalika, Nusa Tenggara Barat, ada hal lain yang ikut mendapat kesempatan untuk mencuri perhatian, yakni produk buatan pelaku usaha lokal.
Pada Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang berlangsung pada 9–11 Oktober, produk kerajinan UMKM Lombok dipasarkan sebagai merchandise resmi melalui booth MyPertamina.
Kesempatan ini membuka ruang bagi karya perajin daerah untuk dikenal oleh pengunjung dari berbagai wilayah, termasuk wisatawan mancanegara.
Baca Juga: Bukan Cuma untuk Bermain, Board Game Bisa Jadi Peluang Bisnis Kreatif Anak Muda
Salah satu usaha yang ikut berpartisipasi adalah Loyok Kreatif dari Desa Loyok, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Usaha yang dirintis Agus Hartadi pada 2017 ini mengembangkan kerajinan anyaman bambu menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.
Keterampilan menganyam yang diwariskan secara turun-temurun dipadukan dengan pengembangan desain agar produk dapat menyesuaikan kebutuhan pasar. Hasilnya tidak hanya berupa kerajinan tradisional, tetapi juga produk yang berpotensi digunakan sebagai aksesori atau suvenir.
Menariknya, partisipasi Loyok Kreatif juga membawa cerita tentang pemberdayaan. Agus Hartadi merupakan pelaku UMKM penyandang disabilitas yang mengembangkan keterampilan dan usahanya melalui kerajinan.
Kisah ini menunjukkan bahwa industri kreatif dapat menjadi ruang produktif bagi masyarakat dengan latar belakang yang beragam.
Baca Juga: Marc Marquez Hapus Kutukan Sial Mandalika, Akhirnya Finis Race Utama MotoGP Indonesia 2026
Selain anyaman bambu, ada pula D’Etnick Istana Mutiara Lombok, usaha milik Janual Aidi yang mengembangkan aksesori dan perhiasan berbahan mutiara. Produk ini mengangkat salah satu potensi lokal Lombok melalui perpaduan material, keterampilan perajin, dan desain.
Bagi pelaku usaha, kesempatan memasarkan produk di tengah acara internasional tidak hanya berkaitan dengan penjualan selama kegiatan berlangsung.
Ajang seperti MotoGP juga memungkinkan produk bertemu dengan calon konsumen baru yang sebelumnya belum mengenal merek atau karya mereka.
Pemilik D’Etnick Istana Mutiara Lombok menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan tersebut membuka peluang untuk memperkenalkan produk kepada konsumen lokal maupun mancanegara. Kontak dan informasi asal pengunjung juga dapat menjadi bahan untuk menentukan target pasar berikutnya.
Baca Juga: Indonesia Jajaki Kerja Sama dengan Hollywood, Apa Peluangnya bagi Kreator Lokal?
Kerja sama pengembangan merchandise lokal ini sebelumnya diperkuat melalui kolaborasi Mandalika Grand Prix Association (MGPA) dan Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) NTB pada Agustus 2026.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memberi lebih banyak ruang bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM daerah dalam memanfaatkan penyelenggaraan MotoGP.
Bahkan, MGPA menyampaikan rencana untuk mendorong penggunaan merchandise lokal dalam kegiatan promosi yang melibatkan pembalap. Jika terlaksana, langkah tersebut berpotensi memberikan eksposur tambahan bagi produk buatan perajin daerah.
Meski demikian, kesempatan tampil di acara internasional bukan berarti penjualan otomatis meningkat atau usaha langsung memperoleh pasar tetap. Dampak jangka panjang tetap bergantung pada kualitas produk, harga, kapasitas produksi, konsistensi desain, dan kemampuan pelaku usaha melayani pesanan setelah acara selesai.
Karena itu, peluang terbesar dari merchandise MotoGP bukan hanya menjual suvenir kepada penonton yang datang ke sirkuit. Kesempatan tersebut juga dapat menjadi awal untuk membangun pengenalan merek, menjalin hubungan dengan calon pelanggan, dan menguji apakah produk lokal memiliki pasar yang lebih luas.
Mandalika pun memperlihatkan bahwa acara olahraga internasional dapat menjadi ruang pertemuan antara pariwisata dan ekonomi kreatif. Di balik suara mesin balap dan persaingan di lintasan, ada karya perajin yang berusaha menjangkau konsumen baru.
Bagi UMKM lokal, satu ajang besar mungkin hanya berlangsung beberapa hari. Namun, jika kesempatan itu dimanfaatkan untuk memperluas jaringan dan mengembangkan pemasaran, manfaatnya berpeluang berlanjut jauh setelah balapan berakhir.(lut)
Editor : Luthfiana SekarSumber : MGPA, Pertamina