Comeback Epik! SMA Warga Balikkan Keadaan dan Taklukkan SMA PNK 29-27 di DBL Solo

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 19:21 WIB
SMA Warga Surakarta comeback dramatis dan menang 29-27 atas SMA Pelita Nusantara Kasih di DBL 2026 Central Java-South Series Kota Solo. (Muh. Ihsan/solobalapan.com)
SMA Warga Surakarta comeback dramatis dan menang 29-27 atas SMA Pelita Nusantara Kasih di DBL 2026 Central Java-South Series Kota Solo. (Muh. Ihsan/solobalapan.com)

SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Comeback dramatis terjadi dalam lanjutan DBL 2026 Central Java-South Series di GOR Sritex Arena, Rabu (30/9/2026). Tim putri SMA Warga Surakarta berhasil membalikkan keadaan dan menaklukkan SMA Pelita Nusantara Kasih (PNK) Surakarta dengan skor tipis 29-27.

SMA Warga sempat tertinggal sejak awal pertandingan. Namun, mental pantang menyerah membawa mereka bangkit dan mengamankan kemenangan setelah tampil lebih efektif pada kuarter pamungkas.

SMA Pelita Nusantara Kasih langsung mengambil inisiatif serangan sejak kuarter pertama. Skuad asuhan Ferry Setyawan tampil dominan dan menutup kuarter pembuka dengan keunggulan 5-0.

SMA Warga mulai memberikan perlawanan pada kuarter kedua. Mereka mencetak delapan poin, tetapi SMA PNK masih mampu mempertahankan keunggulan. Paruh pertama ditutup dengan skor 10-8 untuk SMA Pelita Nusantara Kasih.

Baca Juga: Kuliner Tradisional : Dari Mana Asal Nasi Liwet? Ini Sejarah Versi Solo dan Sunda

Pertandingan semakin sengit selepas turun minum. Kedua tim terlibat jual beli serangan pada kuarter ketiga.

SMA PNK kembali tampil produktif dengan tambahan 12 poin. SMA Warga membalas lewat 10 angka. SMA Pelita Nusantara Kasih pun masih memimpin 22-18 memasuki kuarter terakhir.

SMA Warga Bangkit di Kuarter Pamungkas

Momentum pertandingan berubah pada kuarter keempat.

Pertahanan SMA Pelita Nusantara Kasih mulai kehilangan konsistensi. Sebaliknya, SMA Warga mampu memanfaatkan celah dan tampil lebih agresif.

Sebanyak 11 poin berhasil dilesakkan SMA Warga pada kuarter pamungkas. SMA PNK hanya mampu menambah lima angka.

Comeback tersebut membuat SMA Warga berbalik unggul dan akhirnya mengunci kemenangan 29-27.

Kemenangan SMA Warga juga ditopang performa mereka di bawah ring. Secara keseluruhan, SMA Warga mencatat 32 rebound, sedangkan SMA Pelita Nusantara Kasih mengoleksi 23 rebound.

Anggun Putri menjadi salah satu pemain penting dalam kemenangan tersebut dengan torehan 12 poin dan tujuh rebound. Sementara Zifana Chaesarani turut memberikan kontribusi delapan poin.

Di kubu SMA Pelita Nusantara Kasih, Nabila Carissa Rama tampil menonjol dengan hampir mencatat double-double, yakni sembilan poin dan sembilan rebound. Nafeeza Naya Regina menambahkan tujuh poin.

Namun, kontribusi tersebut belum cukup untuk mempertahankan keunggulan SMA PNK hingga akhir laga.

Wempi: Kuncinya Mental

Baca Juga: Biodata Fathi Nurimaniah, Beauty Vlogger dan MUA Asal Bandung yang Tengah Curi Perhatian Publik

Pelatih tim putri SMA Warga, Wempi Wiyanto, mengakui anak asuhnya sempat kurang agresif pada awal pertandingan. Menurutnya, perubahan mentalitas menjadi salah satu faktor penting di balik comeback tersebut.

“Di awal tadi mereka sedikit kurang greget, nah di pertengahan mereka baru keluar semangatnya. Saya bilang ke anak-anak cuma begini: menang kalah dari kalian, bukan dari lawan atau dari penonton,” ujar Wempi kepada Jawa Pos Radar Solo seusai laga.

Wempi menilai aspek taktik sudah diberikan kepada para pemain. Namun, ketika pertandingan berlangsung ketat, mentalitas dan kepercayaan diri menjadi faktor yang sangat menentukan.

“Soal taktik kan tadi kita juga sudah berikan ke mereka semua ya, tapi kalau pertandingan ketat begini itu larinya ke mental. Jadi kalau mental mereka bisa kembali bagus, otomatis mainnya bagus. Kalau percaya diri pasti menang,” imbuhnya.

Ferry Soroti Konsistensi Pemain

Sementara itu, head coach SMA Pelita Nusantara Kasih Surakarta, Ferry Setyawan, mengaku kecewa dengan hasil pertandingan.

Ferry tidak menilai timnya sekadar terlena karena memiliki keunggulan. Menurutnya, masalah utama terletak pada konsistensi mental dan daya juang pemain ketika memasuki momen krusial.

“Kalau mungkin terlena sih tidak ya. Memang mental anak-anak yang mungkin tidak bisa menjaga konsistensinya. Saya melihat di kuarter akhir harusnya masih bisa fight dan defense untuk pressure lawan, tapi ada beberapa yang lengah dan menyerah. Nah, saya yang tidak suka itu tadi,” kata Ferry.

Kekalahan tersebut membuat laga berikutnya menjadi penting bagi SMA Pelita Nusantara Kasih. Mereka akan menghadapi SMA 7 Surakarta dalam pertandingan penentuan.

Ferry menuntut anak asuhnya tampil maksimal dan menjaga daya juang sepanjang pertandingan. Ia juga menegaskan persoalan kelelahan fisik tidak boleh kembali menjadi alasan ketika tim harus mempertahankan peluang lolos melalui jalur runner-up terbaik. (hj/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
Sumber : solobalapan.com
GOR Sritex Arena SMA Warga DBL 2026 Central Java-South Series SMA Pelita Nusantara Kasih dbl solo