SOLO, SOLOBALAPAN.COM – SMA Batik 1 Surakarta mengawali kiprahnya di DBL 2026 Central Java-South Series Kota Solo dengan kemenangan. Menghadapi MAN 1 Surakarta di GOR Sritex Arena, Selasa (29/9/2026), SMA Batik 1 menang 28-22.
Kemenangan tersebut sempat terlihat bakal diraih dengan mudah. SMA Batik 1 langsung tancap gas sejak kuarter pertama dan menutup periode tersebut dengan keunggulan telak 10-0 atas MAN 1.
Memasuki kuarter kedua, MAN 1 mulai menemukan permainan. Kendati masih tertinggal, mereka mampu mencetak tujuh poin dan memangkas jarak. Sebaliknya, SMA Batik 1 hanya menambah dua angka sehingga skor berubah menjadi 12-7.
SMA Batik 1 kembali memperlebar keunggulan pada kuarter ketiga. Tambahan 11 poin membuat mereka memimpin 23-11.
Namun, keunggulan tersebut tak lantas membuat laga berjalan mudah. Pada kuarter terakhir, MAN 1 justru tampil lebih agresif dan mampu mencetak 11 poin. Sementara itu, SMA Batik 1 hanya menambah lima angka.
Baca Juga: Evolty SMA Batik 1 Bawa Semangat Menenun Batik ke Panggung DBL Solo
Margin yang sudah dibangun sejak awal akhirnya menjadi pembeda. SMA Batik 1 tetap mampu mempertahankan keunggulan hingga laga berakhir dengan skor 28-22.
Sempat Merasa Aman
Head coach SMA Batik 1, Gilang Indra Setiawan, mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi. Pelatih berusia 24 tahun tersebut bersyukur kerja keras anak asuhnya berbuah kemenangan pada laga perdana.
“Alhamdulillah, Tuhan Yang Maha Esa memberikan hasil yang terbaik dan kerja keras anak-anak. Semoga game pertama ini membuat anak-anak terbuka pemikirannya bahwa besok lawannya lebih satu tingkat di atas kita, sehingga harus lebih fokus lagi,” ujar Gilang kepada Jawa Pos Radar Solo.
Salah satu evaluasi yang menjadi sorotan adalah penguasaan bola. Menurut Gilang, pemain SMA Batik 1 masih terlalu terburu-buru ketika menguasai bola dan langsung melakukan dribble.
“Anak-anak kurang sabar menangani bola. Dapat bola langsung dribble. Padahal di latihan sudah kami tekankan untuk menahan bola selama mungkin,” jelasnya.
Gilang menilai kebiasaan tersebut turut memengaruhi permainan tim ketika mulai kesulitan mengembangkan serangan. Keunggulan cukup jauh yang dimiliki sejak awal juga membuat pemain merasa berada dalam posisi aman.
Akibatnya, konsentrasi mulai menurun, terutama ketika menjalankan pertahanan.
“Pertama, anak-anak sudah merasa aman dengan skor yang unggul. Mungkin sedikit lengah di bagian defense. Itu yang akan kami evaluasi ke depan,” kata Gilang.
Perbanyak Sirkulasi Bola
Untuk pertandingan berikutnya, SMA Batik 1 menyiapkan sejumlah perbaikan. Salah satunya dengan mengurangi dribble yang tidak efektif dan memperbanyak sirkulasi bola.
Gilang ingin anak asuhnya lebih tenang ketika menguasai bola sehingga permainan dapat berjalan lebih terorganisasi.
“Mungkin kami tidak memperbanyak dribble yang tidak jelas. Aliran bola harus lebih banyak, jadi ketika dapat bola bisa lepas dan mengalir,” imbuhnya.
Baca Juga: Bukan Cuma Model, I Gede Aiswarya Juara 3 Mister International 2026 Ternyata Insinyur dan Inovator
Di kubu MAN 1 Surakarta, head coach Mikhael Christian Sembiring menilai timnya masih kerap terbawa tempo permainan lawan. Kondisi tersebut membuat MAN 1 kesulitan menjaga ritme sejak awal pertandingan.
“Kami masih bermain sewajarnya anak SMA, kadang terbawa tempo musuh. Kami perlu evaluasi tempo lagi. Dengan tempo yang lebih baik dan posisi defense yang benar-benar bagus, sebenarnya kami bisa mengejar,” terang Mikhael.
Selain tempo permainan, defense dan kontrol emosi menjadi catatan Mikhael. Ia juga menyoroti sejumlah foul yang dinilai tidak perlu, terutama pada kuarter terakhir.
Meski gagal membalikkan keadaan, Mikhael tetap mengapresiasi semangat para pemain MAN 1 yang terus berjuang hingga pertandingan berakhir.
“Fight-nya hari ini sudah bagus, tetapi ke depannya harus lebih bagus dan lebih konsisten lagi. Harapannya bisa sesuai dengan ekspektasi mereka dan kita semua,” pungkasnya.
Kemenangan atas MAN 1 menjadi modal awal SMA Batik 1 di DBL 2026 Central Java-South Series Kota Solo. Namun, evaluasi dari laga perdana menunjukkan bahwa keunggulan besar sejak awal pertandingan tetap harus diikuti konsentrasi dan pengelolaan permainan yang konsisten hingga buzzer akhir. (hj/an)
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : solobalapan.com