Bentuknya Unik, Ternyata Setiap Bagian Tongkat Hoki Punya Fungsi

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 15:00 WIB
Bentuk tongkat hoki lapangan ternyata bukan sekadar desain. Setiap bagian memiliki fungsi untuk membantu pemain mengontrol dan memainkan bola. (Pinterest)
Bentuk tongkat hoki lapangan ternyata bukan sekadar desain. Setiap bagian memiliki fungsi untuk membantu pemain mengontrol dan memainkan bola. (Pinterest)

SOLOBALAPAN.COM - Saat melihat pertandingan hoki lapangan, ada satu benda yang hampir selalu menarik perhatian selain bola. Tongkat yang digunakan para pemain terlihat tidak seperti tongkat pada umumnya.

Bagian bawahnya melengkung, salah satu sisinya datar, sementara bagian pegangannya memanjang hingga ke atas.

Baca Juga: Penjelasan John Herdman Soal Starting XI Timnas Indonesia Tanpa Pemain Kelahiran Lokal!

Bentuk tersebut bukan sekadar desain agar terlihat unik. Tongkat hoki memang dibuat dengan bentuk tertentu supaya pemain bisa mengontrol, mengoper, menggiring hingga menembakkan bola di atas lapangan.

Hoki lapangan sendiri kembali menjadi salah satu olahraga yang bisa disaksikan dalam Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Bagi penonton yang tidak terlalu familiar dengan olahraga ini, bentuk tongkat mungkin menjadi salah satu hal yang paling mudah dikenali.

Lantas, sebenarnya apa fungsi dari setiap bagian tongkat hoki?

Secara dasar, tongkat hoki lapangan terdiri dari dua bagian utama, yaitu handle atau pegangan dan head atau kepala tongkat. Dalam aturan Federasi Hoki Internasional (FIH), bentuk tongkat harus mengikuti spesifikasi tertentu dan tidak boleh memiliki bagian yang membahayakan pemain.

Baca Juga: Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik ke 116 usai Gilas Singapura, Kini Turun ke 119, Kok Bisa? Ini Penjelasannya

Bagian yang paling mencolok adalah kepala tongkat. Jika diperhatikan, bagian ini tidak berbentuk lurus seperti tongkat pemukul biasa. Kepalanya memiliki bentuk melengkung dan bagian ujungnya menjadi area yang digunakan pemain untuk memainkan bola.

Salah satu ciri khas tongkat hoki adalah hanya ada satu sisi utama yang digunakan sebagai playing side. Sisi tersebut berbentuk datar, sedangkan bagian belakang dan tepi tongkat harus memiliki profil yang membulat dan halus.

Karena itu, pemain tidak bisa sembarangan menggunakan sisi belakang tongkat untuk memainkan bola. Bentuk tersebut membuat pemain harus menguasai posisi tubuh sekaligus arah tongkat ketika mengontrol bola.

Bagian datar pada kepala tongkat menjadi area yang sangat penting ketika pemain melakukan berbagai teknik dasar. Bola dapat didorong, dihentikan atau dipukul menggunakan bagian tersebut. Bentuknya yang relatif datar membantu pemain menjaga kontak dengan bola yang berada di permukaan lapangan.

Kemudian ada bagian lengkungan pada tongkat yang dalam aturan FIH disebut sebagai bow atau rake. Lengkungan ini bukan berarti tongkat boleh dibuat melengkung sesuka hati. FIH memberikan batas tertentu terhadap tingkat lengkungannya.

Baca Juga: Dari After Hours hingga Dawn, Kenapa The Weeknd Selalu Identik dengan Dunia Malam?

Dalam aturan 2026, tongkat tidak boleh memiliki bow lebih dari 25 milimeter. Lengkungan tersebut harus memiliki profil yang halus dan memenuhi ketentuan teknis yang ditetapkan FIH.

Bentuk melengkung ini berkaitan dengan cara pemain mengendalikan bola dan melakukan berbagai teknik permainan. Dalam hoki modern, pemain tidak hanya melakukan pukulan datar, tetapi juga membutuhkan kontrol bola yang presisi dan kemampuan memainkan bola dengan berbagai teknik.

Sementara itu, bagian handle berfungsi sebagai pegangan pemain. Bagian ini membuat pemain dapat mengatur arah dan gerakan kepala tongkat ketika berlari maupun ketika berhadapan dengan lawan.

Menariknya, ukuran tongkat juga tidak bisa dibuat sembarangan. Aturan FIH 2026 menetapkan panjang maksimum tongkat sebesar 105 sentimeter dan beratnya tidak boleh lebih dari 737 gram. Tongkat yang digunakan dalam pertandingan juga harus dapat melewati sebuah cincin dengan diameter bagian dalam 51 milimeter.

Aturan tersebut menunjukkan bahwa bentuk tongkat hoki bukan sekadar persoalan kenyamanan atau selera pemain. Ukuran dan bentuknya dibuat agar perlengkapan yang digunakan dalam pertandingan tetap berada dalam batas yang sama.

Bahkan, FIH juga mengatur permukaan tongkat. Bagian tepi dan sisi belakang harus membulat dengan profil yang halus. Tidak boleh ada bagian tajam atau bentuk yang dapat membahayakan pemain lain.

Dari sinilah terlihat mengapa tongkat hoki lapangan memiliki bentuk yang cukup khas. Kepala yang melengkung membantu pemain memainkan bola, sisi datar menjadi area utama untuk melakukan kontak dengan bola, sementara handle memungkinkan tongkat dikendalikan dengan cepat.

Jadi, kalau selama ini tongkat hoki terlihat seperti benda yang bentuknya sengaja dibuat aneh, sebenarnya setiap lekukannya memiliki alasan. Bahkan, bentuk tersebut sudah diatur sedemikian rupa sampai ukuran panjang, berat dan lengkungannya memiliki batas resmi.

Hoki lapangan memang bukan olahraga yang paling sering dibicarakan di Indonesia. Namun ketika pertandingan Asian Games kembali mempertemukan negara-negara Asia dalam olahraga ini, benda sederhana seperti tongkat hoki bisa menjadi pintu masuk untuk memahami permainan yang ternyata memiliki banyak detail teknis.

Bukan cuma tongkat pemukul biasa. Dari handle sampai kepala yang melengkung, bentuk tongkat hoki dibuat untuk mengikuti cara pemain mengontrol bola dan memainkan pertandingan.(lut)

Editor : Luthfiana Sekar
Sumber : Berbagai Sumber
hoki internasional olahraga hoki