Bukan Cuma Bulu Tangkis, 5 Olahraga Unik Ini Juga Dipertandingkan di Asian Games 2026

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 07:13 WIB
Asian Games 2026 menghadirkan sejumlah cabang olahraga yang mungkin masih asing bagi penonton Indonesia, mulai dari teqball dan padel hingga MMA, esports dan virtual taekwondo. (Aichi Nagoya)
Asian Games 2026 menghadirkan sejumlah cabang olahraga yang mungkin masih asing bagi penonton Indonesia, mulai dari teqball dan padel hingga MMA, esports dan virtual taekwondo. (Aichi Nagoya)

SOLOBALAPAN.COM - Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, bukan hanya soal bulu tangkis, sepak bola, renang atau atletik. Di antara puluhan cabang olahraga yang dipertandingkan, ada sejumlah nama yang mungkin masih terdengar asing bagi sebagian penonton Indonesia.

Mulai dari olahraga yang menggabungkan sepak bola dan tenis meja, permainan raket dengan dinding kaca, hingga pertandingan video game, semuanya masuk dalam daftar cabang Asian Games 2026. Bahkan ada cabang yang baru pertama kali hadir di ajang olahraga terbesar di Asia.

Baca Juga: Menjelajahi Fenomena "Dreamcore": Ketika Nostalgia, Mimpi, dan Musik Berpadu Menjadi Satu

Salah satunya adalah teqball. Sekilas, olahraga ini mungkin terlihat seperti perpaduan sepak bola dan tenis meja. Bedanya, pemain tidak menggunakan meja datar, melainkan meja khusus dengan permukaan melengkung.

Menurut situs resmi Aichi-Nagoya 2026, teqball menggabungkan unsur sepak bola, tenis meja dan freestyle. Pemain dapat menggunakan hampir seluruh bagian tubuh selain tangan dan lengan untuk mengembalikan bola ke sisi lawan. Bentuk meja yang melengkung membuat arah bola menjadi lebih sulit diprediksi.

Olahraga ini juga memungkinkan munculnya aksi-aksi akrobatik, termasuk tendangan salto atau bicycle kick saat pemain mengembalikan bola. Teqball sendiri masuk dalam daftar cabang Asian Games 2026 dan akan digelar di Nagoya City Higashi Sports Center.

Ada pula padel yang belakangan mulai semakin dikenal di berbagai negara. Olahraga raket ini berasal dari Meksiko dan mulai berkembang luas di Spanyol serta Argentina.

Padel umumnya dimainkan secara ganda, dua lawan dua, menggunakan lapangan yang dikelilingi dinding kaca dan jaring kawat.

Hal yang membuat padel berbeda dari tenis adalah pemain masih dapat mengembalikan bola setelah bola memantul dari dinding. Karena itu, pertandingan tidak hanya berlangsung di permukaan lapangan, tetapi juga memanfaatkan ruang di sekelilingnya.

Baca Juga: Tari Srimpen Mungkah Lawang: Intrepertasi dari Membuka Pintu Kehidupan Yang Penuh Akan Syukur

Aichi-Nagoya 2026 memasukkan padel ke dalam program pertandingan dan menetapkan Nagoya City Higashi Sports Center sebagai salah satu venue-nya.

Berikutnya ada Mixed Martial Arts atau MMA. Bagi penggemar olahraga tarung, nama ini tentu sudah tidak asing. Namun, Asian Games 2026 menjadi momen penting karena MMA untuk pertama kalinya masuk dalam program Asian Games.

MMA merupakan olahraga yang menggabungkan berbagai teknik pertarungan, mulai dari pukulan, grappling, bantingan hingga teknik kuncian. Dalam pertandingan, kemenangan dapat ditentukan melalui knockout, technical knockout, menyerah atau keputusan juri.

Menariknya, MMA di Asian Games 2026 memiliki dua gaya, yakni traditional dan modern. Gaya traditional menggunakan pakaian bela diri atau gi, sedangkan gaya modern menggunakan celana pendek dan rash guard. Pertandingan MMA akan berlangsung di Nagoya City Inae Sports Center.

Baca Juga: Kenapa Disebut Kue Cum-Cum? Jajanan Manis Berbentuk Kerucut yang Diisi Vla

Cabang berikutnya mungkin justru paling familiar bagi generasi yang tumbuh bersama game online, yakni esports. Asian Games 2026 kembali memasukkan esports dalam program pertandingan dengan 11 nomor.

Bukan hanya satu atau dua game yang dipertandingkan. Program resmi Aichi-Nagoya 2026 mencantumkan sejumlah judul, mulai dari Street Fighter 6, TEKKEN 8, The King of Fighters XV, Pokémon UNITE, Honor of Kings, League of Legends, PUBG MOBILE, Mobile Legends: Bang Bang, Identity V, Naraka: Bladepoint, Gran Turismo 7, eFootball hingga Puyo Puyo Champions.

Artinya, pertandingan esports di Asian Games bukan sekadar kompetisi bermain game untuk hiburan. Para pemain bertanding membawa nama negara dan memperebutkan medali dalam sebuah ajang olahraga resmi tingkat Asia.

Yang tidak kalah menarik adalah virtual taekwondo. Kalau taekwondo biasanya identik dengan pertandingan fisik di atas arena, nomor ini memadukan olahraga bela diri dengan teknologi.

Situs resmi Aichi-Nagoya 2026 menjelaskan bahwa taekwondo pada Asian Games 2026 memiliki tiga disiplin, yaitu kyorugi, poomsae dan virtual taekwondo. Virtual taekwondo menjadi nomor baru yang ditambahkan dalam program tersebut.

Dalam virtual taekwondo, atlet tidak sekadar bertanding dengan pola konvensional seperti kyorugi. Teknologi digunakan untuk menerjemahkan gerakan dan aksi atlet ke dalam sistem pertandingan virtual.

Kehadiran lima cabang tersebut menunjukkan bahwa Asian Games 2026 tidak hanya mempertahankan olahraga yang sudah lama menjadi bagian dari ajang ini. Ada pula olahraga baru dan cabang yang memadukan teknologi dengan kompetisi fisik.

Selain kelima cabang tersebut, daftar resmi Aichi-Nagoya 2026 juga mencantumkan sejumlah olahraga yang mungkin belum terlalu familiar bagi sebagian penonton Indonesia, seperti kurash, kabaddi, jiu-jitsu, sepaktakraw, breaking dan squash.

Dengan begitu, Asian Games 2026 bukan hanya kesempatan untuk melihat atlet-atlet Asia bertanding di cabang yang sudah dikenal. Ajang ini juga menjadi momen bagi penonton untuk mengenal berbagai jenis olahraga yang mungkin selama ini hanya terdengar namanya, bahkan baru pertama kali dilihat saat kompetisi berlangsung.(lut)

Editor : Luthfiana Sekar
Asian Games 2026 Asian Games 2026 Aichi-Nagoya