Asian Games 2026 Jepang Ramai Disorot, Atlet Sampai Tidur di Lantai dan Lagu Kebangsaan Salah Diputar

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 18:15 WIB
Sejumlah persoalan mewarnai penyelenggaraan Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, mulai dari kendala akomodasi dan transportasi hingga kesalahan pemutaran lagu kebangsaan Korea Selatan. (Pinterest)
Sejumlah persoalan mewarnai penyelenggaraan Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, mulai dari kendala akomodasi dan transportasi hingga kesalahan pemutaran lagu kebangsaan Korea Selatan. (Pinterest)

SOLOBALAPAN.COM - Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, belum selesai digelar, tetapi penyelenggaraannya sudah mendapat sorotan dari sejumlah delegasi.

Masalah akomodasi, transportasi hingga kesalahan dalam memutar lagu kebangsaan menjadi beberapa persoalan yang ramai dibicarakan sejak para atlet mulai berdatangan.

Baca Juga: Prabu Klana Sewandana yang Dibawakan dalam Tari Klana Topeng dari Berbagai Daerah

Salah satu kejadian yang paling menyita perhatian terjadi ketika sejumlah atlet Korea Selatan harus menunggu cukup lama di Bandara Chubu Centrair setelah tiba di Jepang pada 17 September.

Foto yang diberitakan SBS memperlihatkan beberapa atlet bahkan berbaring di lantai sambil menunggu proses keberangkatan menuju tempat akomodasi.

Masalah tersebut tidak berhenti di bandara. Sejumlah delegasi juga mengeluhkan proses transportasi dan akomodasi yang dinilai belum berjalan mulus.

Sebelumnya, perwakilan dari berbagai Komite Olimpiade Nasional disebut menyampaikan keluhan dalam pertemuan Chef de Mission terkait tempat tinggal dan berbagai kebutuhan kontingen.

Salah satu keputusan yang menjadi perhatian adalah pilihan penyelenggara untuk tidak membangun satu kompleks Athletes' Village seperti yang biasa digunakan dalam ajang olahraga besar.

AINAGOC menyiapkan kombinasi hotel, kapal pesiar Costa Serena dan bangunan prefabrikasi di kawasan Pelabuhan Nagoya sebagai tempat tinggal para atlet dan ofisial.

Baca Juga: Amal Buton Adik Arie Kriting Meninggal Dunia Sakit Apa? Tutup Usia Jelang Hari Pernikahan, Ini Sosoknya

Penggunaan bangunan prefabrikasi atau kontainer tersebut juga mendapat keluhan. Sejumlah atlet mempertanyakan ukuran ruangan dan tempat tidur, sementara laporan mengenai kondisi akomodasi yang sempit ikut beredar di media sosial.

Masalah lain muncul dalam urusan makanan. Sejumlah delegasi menyampaikan kritik mengenai makanan dan minuman yang tersedia di salah satu venue. Namun, pihak penyelenggara memberikan klarifikasi bahwa makanan yang dipermasalahkan di venue Techball bukan disediakan langsung oleh AINAGOC.

Panitia juga mengatakan bahwa sistem makan di masing-masing akomodasi telah disiapkan dengan mempertimbangkan cabang olahraga, jadwal pertandingan, kebutuhan latihan, alergi serta kebutuhan diet berdasarkan agama dan budaya.

Artinya, klaim bahwa seluruh atlet hanya mendapatkan makanan dua kali sehari belum bisa dijadikan fakta umum. Yang sudah dapat dipastikan adalah adanya keluhan mengenai layanan makanan dan pihak penyelenggara telah memberikan tanggapan atas persoalan tersebut.

Sorotan lainnya datang dari kesalahan pemutaran lagu kebangsaan. Pada pertandingan hoki putra Korea Selatan melawan Bangladesh di Gifu Prefectural Green Stadium pada 18 September, panitia justru memutar lagu kebangsaan Korea Utara sebelum pertandingan.

Baca Juga: Lanjutan Skandal HGB Summarecon: KPK Geledah BPN Mojokerto, Temukan Amplop Berisi Uang Tunai

Setelah kesalahan tersebut, lagu kebangsaan Bangladesh diputar, kemudian barulah lagu kebangsaan Korea Selatan dimainkan. Komite Olahraga dan Olimpiade Korea Selatan (KSOC) langsung mengajukan protes resmi kepada panitia. Sehari setelah kejadian, dua pejabat panitia mendatangi kantor kontingen Korea Selatan untuk menyampaikan permintaan maaf.

Belum selesai dengan persoalan lagu, Korea Selatan sebelumnya juga memprotes penampilan sosok Toyotomi Hideyoshi dalam acara penyambutan kapal pesiar Costa Serena yang digunakan sebagai tempat tinggal sekitar 4.000 atlet dan ofisial.

Hideyoshi merupakan tokoh militer Jepang yang dikenal dalam sejarah Korea karena invasinya ke Semenanjung Korea pada akhir abad ke-16. Kemunculannya dalam acara penyambutan tersebut membuat KSOC mengirimkan protes kepada panitia Asian Games dan Olympic Council of Asia.

Sementara itu, pihak penyelenggara Aichi-Nagoya telah memberikan sejumlah penjelasan mengenai berbagai persoalan yang muncul. Dalam pernyataan resmi pada 22 September, AINAGOC mengatakan keterlambatan proses naik ke kapal pada 16 September terutama berkaitan dengan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan dokumen sejumlah delegasi yang belum lengkap.

Panitia juga menyatakan akan terus bekerja sama dengan penyedia layanan untuk memperbaiki operasional akomodasi.

Pada 24 September, penyelenggara kembali memberikan penjelasan mengenai berbagai kritik yang muncul. Mereka menyatakan persoalan akomodasi, transportasi, kondisi tempat tinggal dan fasilitas latihan tidak sampai mengganggu jalannya pertandingan, sembari mengatakan akan terus menanggapi masukan dari delegasi.

Rangkaian persoalan tersebut membuat penyelenggaraan Asian Games 2026 di Jepang mendapat perhatian bahkan sebelum seluruh pertandingan selesai.

Bagi para atlet, tempat tinggal, transportasi, makanan dan kelancaran kebutuhan sehari-hari menjadi bagian penting karena dapat memengaruhi persiapan mereka sebelum bertanding.

Dengan pertandingan yang masih berlangsung hingga awal Oktober, penyelenggara masih memiliki waktu untuk memperbaiki sejumlah persoalan yang dikeluhkan delegasi.

Namun, rangkaian kejadian sejak kedatangan atlet hingga berlangsungnya pertandingan telah menjadi salah satu cerita tersendiri dari Asian Games Aichi-Nagoya 2026.(lut)

Editor : Luthfiana Sekar
Sumber : Berbagai Sumber
Asian Games 2026 Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Asian Games 2026 Aichi-Nagoya