SOLOBALAPAN.COM - Asian Games biasanya identik dengan olahraga seperti badminton, sepak bola, atletik, renang, hingga bola basket. Namun, di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, ada satu cabang olahraga yang mungkin membuat penonton bertanya-tanya saat pertama kali melihatnya.
Namanya teqball.
Baca Juga: Sering Terlihat di Pinggir Lintasan, Ternyata Ini Tugas Marshal di MotoGP
Sekilas, olahraga ini terlihat seperti gabungan sepak bola dan tenis meja. Bedanya, pemain tidak menggunakan raket dan hampir seluruh permainan dilakukan menggunakan tubuh untuk mengembalikan bola ke sisi lawan.
Yang membuatnya semakin unik, bola justru dimainkan di atas sebuah meja khusus yang permukaannya melengkung.
Teqball menjadi salah satu olahraga baru yang masuk dalam program Asian Games 2026. Bahkan, cabang ini bukan sekadar olahraga demonstrasi. Teqball resmi dipertandingkan sebagai cabang perebutan medali untuk pertama kalinya dalam sejarah Asian Games.
Pertandingannya digelar di Higashi Sports Center, Nagoya. Kompetisi teqball mulai berlangsung pada 18 September 2026 dengan nomor tunggal dan ganda putra. Pada hari berikutnya, nomor tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran juga mulai dipertandingkan.
Dengan masuknya teqball ke Asian Games, olahraga yang awalnya terdengar asing bagi banyak orang ini akhirnya mendapat panggung di salah satu ajang olahraga terbesar di Asia.
Baca Juga: Andre Taulany Sempat Bilang Nikah Oktober, Ternyata Akad 20 September 2026, Mahar Jadi Penanda
Lalu, sebenarnya seperti apa cara bermainnya?
Meja teqball menjadi salah satu bagian paling mudah dikenali. Bentuknya tidak datar seperti meja tenis meja biasa, tetapi melengkung sehingga bola yang memantul dari permukaan meja memiliki arah yang berbeda.
Pemain kemudian harus mengembalikan bola ke sisi lawan tanpa menggunakan tangan dan lengan.
Bola yang digunakan merupakan bola sepak standar ukuran lima. Jadi, kalau melihat pemain melakukan tendangan, sundulan, paha, dada, atau bagian tubuh lainnya untuk mengontrol bola di atas meja, itu memang bagian dari permainan.
Menurut aturan resmi Federasi Teqball Internasional (FITEQ), pertandingan bisa dimainkan secara tunggal oleh dua pemain atau ganda oleh empat pemain.
Satu pertandingan terdiri dari format best of three set, dengan setiap set dimainkan hingga salah satu pemain atau pasangan mencapai 12 poin.
Baca Juga: Pedro Acosta Raih Kemenangan Perdana MotoGP di Austria, Martin dan Bezzecchi Lengkapi Podium
Namun, bukan berarti pemain bisa menendang bola berkali-kali sesuka hati.
Setiap pemain atau pasangan hanya memiliki maksimal tiga sentuhan untuk mengembalikan bola ke sisi lawan. Ada pula aturan yang melarang penggunaan bagian tubuh yang sama dua kali berturut-turut untuk menyentuh atau mengembalikan bola.
Dalam pertandingan ganda, tiga sentuhan tersebut juga harus melibatkan kedua pemain. Artinya, pemain dalam satu pasangan harus saling mengoper sebelum bola dikembalikan ke lawan.
Yang tidak kalah menarik, pemain juga tidak boleh menyentuh meja ataupun lawannya ketika permainan berlangsung.
Aturan tersebut membuat teqball terlihat seperti permainan yang sederhana dari luar, tetapi ternyata membutuhkan kontrol tubuh, teknik sepak bola, keseimbangan, dan kemampuan membaca arah bola.
Gerakan pemain pun bisa sangat atraktif. Bola dapat dikembalikan menggunakan tendangan, sundulan, bahkan gerakan akrobatik seperti bicycle kick. Permukaan meja yang melengkung membuat arah pantulan bola sulit ditebak sehingga setiap reli dapat berkembang dengan cara yang berbeda.
Teqball sendiri masih tergolong olahraga yang relatif muda. Permainan ini berasal dari Hungaria dan mulai dikembangkan pada 2010-an. Konsepnya lahir dari eksperimen memainkan bola sepak di atas meja, kemudian bentuk meja disempurnakan agar pantulan bola sesuai dengan karakter permainan.
Seiring waktu, teqball berkembang menjadi olahraga kompetitif dengan federasi internasional dan kejuaraan dunia. Popularitasnya juga ikut terbantu oleh dunia sepak bola. Sejumlah klub sepak bola menggunakan meja teqball dalam sesi latihan karena permainan ini dapat membantu pemain melatih kontrol bola dan teknik.
Kini, olahraga yang awalnya terlihat seperti permainan sepak bola di atas meja tersebut sudah sampai ke panggung Asian Games.
Pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, teqball bahkan mencatat sejarah dengan diperebutkannya medali pertama cabang tersebut dalam ajang Asian Games. Kompetisinya mempertemukan atlet dari berbagai negara Asia dan menjadi bagian dari 43 cabang olahraga yang dipertandingkan dalam edisi kali ini.
Jadi, kalau nanti melihat video pemain menendang bola di atas meja melengkung dan awalnya mengira itu sekadar permainan unik, ternyata bukan. Olahraga tersebut punya aturan resmi, federasi internasional, kompetisi dunia, dan sekarang sudah menjadi salah satu cabang perebutan medali di Asian Games.
Namanya teqball. Sepak bola memang biasanya dimainkan di lapangan, tetapi olahraga yang satu ini membuktikan bahwa bola juga bisa “bertanding” di atas meja. (Luthfiana Sekar)
Editor : Luthfiana SekarSumber : Berbagai Sumber