SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Sebanyak 1.750 pesilat dari berbagai daerah memadati GOR Indoor Manahan, Surakarta, dalam Open Tournament Pencak Silat Piala Panglima TNI 2026.
Kejuaraan berskala nasional yang berlangsung Jumat (11/9/2026) hingga Minggu (13/9/2026) tersebut tidak hanya menjadi arena perebutan gelar juara. Bagi Kota Surakarta, turnamen ini sekaligus menjadi momentum untuk memetakan kekuatan atlet menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.
Kejuaraan tersebut merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-81 TNI. Besarnya jumlah peserta membuat Piala Panglima TNI menjadi panggung penting bagi pesilat dari berbagai daerah untuk menguji hasil pembinaan sekaligus mengukur kemampuan menghadapi lawan dari luar daerah.
Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf M. Arry Yudistira membuka kejuaraan secara resmi pada Jumat (11/9/2026). Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong dan didampingi Danlanud Adi Soemarmo.
Baca Juga: Hubungan Unik antara Limbuk dan Cangik
Dalam kesempatan tersebut, Danrem membacakan amanat Panglima TNI mengenai komitmen TNI dalam mendukung peningkatan prestasi olahraga nasional, termasuk pencak silat.
Pencak Silat Jadi Perhatian
Kolonel Inf M. Arry Yudistira mengatakan pencak silat memiliki posisi penting karena tidak hanya menjadi cabang olahraga prestasi, tetapi juga bagian dari budaya Indonesia yang perlu terus dilestarikan.
“Event ini adalah event skala nasional, Open Turnamen Pencak Silat Piala Panglima TNI. Diselenggarakan oleh Bapak Panglima untuk mendukung prestasi olahraga nasional, salah satunya pencak silat. Pencak silat ini merupakan akar budaya dari bangsa kita sendiri sehingga perlu dilestarikan,” kata Arry.
Menariknya, penyelenggara memisahkan kelas pertandingan untuk peserta TNI-Polri dengan kelas umum. Menurut Arry, pemisahan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menemukan atlet potensial yang dapat memperoleh pembinaan lebih lanjut.
“Nggih, kelas TNI-Polri memang sengaja kita pisahkan. Di situ nanti kita juga mencari atlet-atlet yang mungkin bisa dibina lagi lebih jauh dan lebih intensif. Tapi, mungkin ada juga prajurit TNI-Polri yang ikut di kelas umum,” imbuhnya.
Dengan format tersebut, pertandingan diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kualitas para pesilat. Selain mengejar kemenangan, atlet dituntut menunjukkan teknik, ketangkasan, mental bertanding, serta sportivitas.
Jadi Ajang Pemetaan Atlet Solo
Sebagai tuan rumah, Kota Surakarta mendapat keuntungan tersendiri. Kehadiran pesilat dari berbagai daerah memberikan kesempatan bagi atlet Kota Bengawan untuk mendapatkan pengalaman bertanding dengan lawan yang lebih beragam.
Ketua Umum KONI Kota Surakarta, Her Suprabu, mengatakan Piala Panglima TNI menjadi kesempatan bagi pesilat Solo untuk mengasah kemampuan sekaligus mengejar prestasi.
“Alhamdulillah kita Kota Surakarta tahun ini mendapatkan kesempatan untuk menjadi tuan rumah Open Turnamen Pencak Silat Piala Panglima TNI dengan peserta hampir 1.600. Tentunya ini menjadi ajang bagi para pesilat di Kota Surakarta untuk terus mengasah kemampuan dan meraih prestasi,” ungkap Her Suprabu.
Baca Juga: Bukan Sekadar Bikin Tertawa, Tokoh Limbuk Mengajarkan Perempuan untuk Percaya Diri
Momentum tersebut semakin penting karena Solo tengah mempersiapkan diri menghadapi Porprov Jateng 2026.
Ketua Umum IPSI Kota Surakarta Ito Indra menyebut Piala Panglima TNI dapat dimanfaatkan untuk melihat perkembangan atlet yang diproyeksikan tampil pada ajang multievent tingkat provinsi tersebut.
“Dengan adanya Piala Panglima ini tentunya kita sangat berterima kasih serta antusiasmenya sangat tinggi. Yang pertama, kita menjelang Porprov, jadi kita tahu calon-calon atlet kita itu seperti apa serta target-target kita ke depannya,” jelas Ito.
Bagi IPSI Solo, persaingan dengan atlet dari berbagai daerah juga menjadi bahan evaluasi. Hasil pertandingan dapat digunakan untuk melihat kekuatan dan kelemahan atlet sekaligus menentukan program pembinaan berikutnya sebelum menghadapi Porprov.
Dorong Solo Jadi Destinasi Sports Tourism
Tak hanya berdampak terhadap pembinaan atlet, turnamen nasional tersebut juga memberikan efek terhadap aktivitas ekonomi di sekitar lokasi pertandingan.
Ribuan atlet, pelatih, official, dan pendamping yang berada di Solo selama tiga hari turut menggerakkan aktivitas usaha di sekitar venue.
Ito menilai penyelenggaraan event olahraga berskala nasional dapat memperkuat citra Solo sebagai kota wisata olahraga atau sports tourism.
“Dan tentunya kurang lebih ini akan menjadi tolak ukur bahwasanya Solo ini menjadi kota wisata olahraga (sports tourism), serta mampu menumbuhkan perekonomian untuk UMKM di sekitar,” ujarnya.
Sementara itu, melalui amanat yang dibacakan Danrem 074/Warastratama, Panglima TNI meminta seluruh atlet mengikuti pertandingan dengan sungguh-sungguh dan menjunjung tinggi sikap kesatria.
“Jadikan event pertandingan ini sebagai wahana untuk uji kemampuan, ketangkasan dan keterampilan, serta menempa diri dan membangun integrasi dan soliditas sesama atlet,” demikian amanat Panglima TNI.
Baca Juga: Sering Jadi Sasaran Nyamuk? Pakar IPB Ungkap 7 Faktor Penarik Nyamuk, Salah Satunya Golongan Darah!
Piala Panglima TNI 2026 pun menjadi momentum penting bagi Solo. Selain menghadirkan kompetisi nasional, kejuaraan ini membuka peluang bagi IPSI untuk memetakan kekuatan atlet lokal sebelum Porprov Jateng 2026.
Di sisi lain, proses penjaringan diharapkan mampu menemukan pesilat potensial yang dapat dikembangkan melalui pembinaan berkelanjutan hingga level nasional maupun internasional. (hj/an)
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : solobalapan.com