SOLOBALAPAN.COM – Timnas Esports Indonesia menempatkan eFootball sebagai nomor dengan peluang terbesar untuk menyumbangkan medali emas pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Pelatih kepala Richard Permana menyebut penilaian tersebut berdasarkan data dan simulasi yang dilakukan tim kepelatihan selama persiapan.
Indonesia secara keseluruhan membidik satu medali emas, tiga perak, dan empat perunggu dari delapan nomor esports. Sebanyak 33 atlet dipersiapkan untuk tampil di Mobile Legends, Honor of Kings, Identity V, Naraka: Bladepoint, Pokémon Unite, eFootball, Gran Turismo 7, dan PUBG Mobile.
Di antara nomor tersebut, eFootball mendapat perhatian khusus karena hasil evaluasi pelatnas menempatkannya sebagai kandidat terkuat untuk memenuhi target emas. Richard menyebut tim telah melakukan berbagai simulasi untuk membaca kemungkinan persaingan dan komposisi lawan.
Baca Juga: Big Match TLID vs BTR Warnai Week 5 MPL ID S18, Persaingan Papan Atas Kian Panas
Indonesia menyiapkan Rizky Faidan untuk kategori eFootball konsol dan Radinka Wiratama di kategori mobile. Keduanya akan menghadapi format yang berbeda dari pertandingan eFootball pada umumnya karena satu pertemuan menggunakan dua perangkat.
Pada format Asian Games 2026, pertandingan eFootball dimainkan melalui dua laga, yakni pertandingan pertama menggunakan perangkat mobile dan laga berikutnya menggunakan konsol. Kondisi tersebut membuat kemampuan beradaptasi di dua platform menjadi bagian penting dari persiapan Indonesia.
Format tersebut juga membuat selisih gol menjadi faktor krusial. Richard memberikan gambaran, jika Indonesia menang 3-0 pada laga pertama, keunggulan itu tetap harus dijaga karena kekalahan 0-4 pada laga berikutnya dapat membuat Indonesia kalah secara agregat. Contoh tersebut merupakan simulasi, bukan hasil pertandingan sebenarnya.
Baca Juga: Akankah Kuat? Indonesia Berhasil Kirim 4 Wakil ke Grand Finals FFWS SEA 2026,
Tantangan berikutnya datang dari fase grup. Setiap grup hanya berisi tiga negara dan hanya juara grup yang berhak melaju ke fase berikutnya. Karena itu, satu hasil buruk dapat langsung memengaruhi peluang Indonesia untuk bertahan dalam persaingan.
Tim pelatih telah melakukan simulasi terhadap berbagai kemungkinan komposisi grup, termasuk skenario menghadapi negara kuat seperti China dan Thailand. Namun, skenario tersebut belum dapat diperlakukan sebagai hasil drawing resmi.
Persiapan juga memasuki tahap akhir setelah Ketua Umum PB ESI Muhammad Herindra meninjau pelatnas pada 10 September. Ia menyebut persiapan atlet telah dilakukan secara maksimal, sedangkan CdM Indonesia Todotua Pasaribu menyatakan memiliki tingkat kepercayaan terhadap kesiapan tim esports di delapan nomor.
Baca Juga: Open Qualifier VCT 2027 Dimulai November, Tim Indonesia Punya Jalur Menuju Champions
Dengan target satu emas, eFootball menjadi salah satu tumpuan utama Indonesia di Asian Games 2026. Namun, format dua laga membuat setiap kemenangan, gol, dan selisih agregat menjadi penting jika skuad Merah Putih ingin menjaga peluang hingga perebutan medali. (monique millania s)
Editor : Kabun Triyatno